Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

ISTRI BUPATI DAN WABUP BAGI-BAGI KUE JAJANAN ANAK KECIL KORBAN BANJR

Gambar berita
28 Januari 2017 (22:28)
Olahraga
9016x Dilihat
0 Komentar
admin

Banjir yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Rejoso, Winongan dan grati, menyisakan cerita tersendiri bagi anak-anak warga terdampak.

Cerita bermacam-macam itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf saat memberikan bantuan kue jajanan anak-anak di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon, Grati, Sabtu (28/01).

Menurutnya, anak-anak masih banyak yang belum memahami banjir sebagai sebuah bencana yang membawa dampak kerusakan, mulai dari tempat tinggal sampai dengan fasilitas umum.

"Anak-anak kalau sudah melihat air pasti jatuhnya pasti gembira, karena bisa dibuat renang atau hanya sekedar main air dengan teman-teman sepermainannya. Mereka tidak terlalu mengerti bahwa banjir ini adalah musibah sehingga ujung-ujungnya ketika mereka mulai gatal karena terlalu sering main air banjir, atau makan yang ala kadarnya, mereka tiba-tiba sakit. Dari situlah kami ingin berbagi sedikit kebahagiaan untuk mereka dalam bentuk kue jajanan yang mereka biasa makan," kata Lulis di sela-sela kunjungannya.

Kue jajanan yang disumbangkan adalah wujud kepedulian PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan garuda food dengan masing-masing desa menerima 16 dus berukuran besar. Lulia berharap bantuan makanan kecil khusus anak-anak itu dapat segera dikonsumsi oleh anak-anak korban banjir.

"Lebih cepat lebih baik, senang sekali melihat anak-anak masih ceria meskipun rumah mereka kebanjiran. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat, khususnya dalam pemenuhan gizi seimbang anak-anak," terangnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, air banjir di Kedawung sudah surut. Warga pun telah membersihkan sisa-sisa banjir. Hanya saja, untuk areal pertanian yang baru saja ditanam benih padi, mengalami kerusakan cukup banyak. Kata Ihwan selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, sawah yang baru ditanam benih dipastikan harus dilakukan pengulangan matun (tanam).

"Kalau baru ditanam kemudian kebanjiran, maka sudah dipastikan tidak akan tumbuh cepat, justru yang ada hanya gagal tanam," jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...

Article Image
Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Layanan Kesehatan Yang Harus Makin Berkualitas dan Terakses Merata

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, kehadiran Rumah Sakit Na...