Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

ISTRI BUPATI DAN WABUP BAGI-BAGI KUE JAJANAN ANAK KECIL KORBAN BANJR

Gambar berita
28 Januari 2017 (22:28)
Olahraga
9337x Dilihat
0 Komentar
admin

Banjir yang merendam ribuan rumah di Kecamatan Rejoso, Winongan dan grati, menyisakan cerita tersendiri bagi anak-anak warga terdampak.

Cerita bermacam-macam itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf saat memberikan bantuan kue jajanan anak-anak di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon, Grati, Sabtu (28/01).

Menurutnya, anak-anak masih banyak yang belum memahami banjir sebagai sebuah bencana yang membawa dampak kerusakan, mulai dari tempat tinggal sampai dengan fasilitas umum.

"Anak-anak kalau sudah melihat air pasti jatuhnya pasti gembira, karena bisa dibuat renang atau hanya sekedar main air dengan teman-teman sepermainannya. Mereka tidak terlalu mengerti bahwa banjir ini adalah musibah sehingga ujung-ujungnya ketika mereka mulai gatal karena terlalu sering main air banjir, atau makan yang ala kadarnya, mereka tiba-tiba sakit. Dari situlah kami ingin berbagi sedikit kebahagiaan untuk mereka dalam bentuk kue jajanan yang mereka biasa makan," kata Lulis di sela-sela kunjungannya.

Kue jajanan yang disumbangkan adalah wujud kepedulian PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan garuda food dengan masing-masing desa menerima 16 dus berukuran besar. Lulia berharap bantuan makanan kecil khusus anak-anak itu dapat segera dikonsumsi oleh anak-anak korban banjir.

"Lebih cepat lebih baik, senang sekali melihat anak-anak masih ceria meskipun rumah mereka kebanjiran. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat, khususnya dalam pemenuhan gizi seimbang anak-anak," terangnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, air banjir di Kedawung sudah surut. Warga pun telah membersihkan sisa-sisa banjir. Hanya saja, untuk areal pertanian yang baru saja ditanam benih padi, mengalami kerusakan cukup banyak. Kata Ihwan selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, sawah yang baru ditanam benih dipastikan harus dilakukan pengulangan matun (tanam).

"Kalau baru ditanam kemudian kebanjiran, maka sudah dipastikan tidak akan tumbuh cepat, justru yang ada hanya gagal tanam," jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...

Article Image
Gus Shobih Berangkatkan Puluhan Peserta Gerak Jalan Santri 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Nahdhatul Ulama menggelar Gerak Jalan Hari...

Article Image
Buka Lomba Da'i Nusantara, Gus Shobih : Selamat Berdakwah. Santri Jaman Sekarang Harus Melek Digital

Ratusan pelajar SMP/Mts dan santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Da'i Nu...

Article Image
Buka Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026, Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo : Main Games Boleh Asalkan Tetap Utamakan Ibadah dan Pendidikan

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten menggelar Bupati...