Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Jalan-Jalan ke Banyu Mili. Wisata Air di Tengah-Tengah Ibukota Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
04 Oktober 2023 (17:25)
Pariwisata
4497x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Meski berada di wilayah perkotaan, Kecamatan Bangil memiliki destinasi wisata baru yang siap dikunjungi oleh para penyuka river tubing.

Namanya adalah Banyu Mili yang berlokasi di lingkungan Bekacak, Kelurahan Kolursari.

Wisata air ini menjadi destinasi wisata baru yang dikembangkan warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banyu Mili.

Ketua Pokdarwis Banyu Mili, Bahrozi mengungkapkan, dalam wisata ini, pihaknya memanfaatkan aliran inspeksi pengairan DAM Bekacak sepanjang 1,2 kilometer. 

Perihal sarana prasarana hingga infrastruktur, sudah beberapa tahun terakhir, warga sekitar bahu membahu membangun. Seperti spot untuk pemberangkatan hingga spot untuk pemberhentian. Termasuk tempat semacam rest area yang dimanfaatkan warga untuk berwisata. 

"Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini, ada spot-spot tempat yang sudah dibangun seperti spot pemberangkatan dan pemberhentian," kata Bahrozi di sela-sela kesibukannya, Rabu (04/10/2023).

Sebenarnya, pengembangan wisata river tubing sudah mulai dilakukan sejak 2016 silam. Keberadaannya yang potensial seperti Gua Pindul di Gunung Kidul, menjadi alasan Bahrozi untuk dikembangkan menjadi wahana wisata. 

“Kami terinspirasi dengan gua pindul di Gunung Kidul. Akhirnya, terpikirkan untuk mengembangkan wisata river tubing di sini,” beber dia. 

Untuk bisa mengembangkan Wisata Banyu Mili, Bahrozi dan beberapa warga pun, melakukan analisa. Untuk kemudian mengajukan konsep tersebut ke kelurahan hingga kecamatan. 

Dari situlah, beberapa fasilitas penunjang disiapkan. Salah satunya ban untuk pendukung river tubing. 

“Mulanya memang sebatas karet ban untuk menunjang wista yang kami siapkan. Belum ada sarana lainnya,” ungkap dia. 

Meski hanya sebatas ban karet, kunjungan wisata cukup banyak. Beberapa warga berdatangan untuk menikmati sensasi wisata air di wilayah setempat. 

Namun, ketika mulai menanjak, persoalan di internal pengurus wisata bergejolak. Hingga akhirnya, wisata setempat “mati suri”. Terlebih, datangnya Pandemi Covid-19. Membuat kunjungan semakin sepi. 

“Sempat vakum, karena pandemi dan polemic pengurusan di internal. Akhirnya wisata ini sempat tidak lagi eksis,” aku lelaki 47 tahun tersebut. 

Baru sekitar 2021 belakangan. Lelaki yang juga Ketua RW di lingkungan Bekacak ini, berinisiatif untuk kembali mengangkat potensi sungai setempat. Ia pun mengajak warga lainnya, untuk ikut mengembangkan potensi Banyu Mili. 

Pengembangan infrastruktur pun dilakukan. Tidak sekedar spot untuk pemberangkatan ataupun pemberhentian. Ia bersama warga melakukan pengembangan dengan pembuatan rest area atau café di kawasan setempat. 

Dana sekitar Rp 147 juta digulirkan. Bukan dari bantuan pemerintah atau swasta, melainkan swadaya warga. 

“Ini merupakan swadaya warga. Ada gapura di pintu masuk, tempat duduk café dan yang lainnya. Kami siapkan semua, untuk penunjang wisata,” beber dia. 

Bahrozi mengaku, wisata setempat hanya dibuka Sabtu dan Minggu. Pengunjung bisa menikmati wisata river tubing sepanjang 600 meter di aliran sungai setempat. Harga tiketnya, senilai Rp 20 ribu per orang. 

Sejak dioperasikan, pengunjung yang datang, tidak hanya dari wilayah Kabupaten Pasuruan. Tetapi juga, dari daerah lain. Seperti Mojokerto, Sidoarjo hingga Surabaya. 

“Kami buka Sabtu dan Minggu karena di hari lain, rata-rata pengelola sibuk bekerja. Saat buka, rata-rata ada 35 orang bahkan lebih dalam seharinya,” imbuh dia. 

Pengurus wisata river tubing Banyu Mili lainnya, Arifin mengaku, keberadaan wisata setempat, memang dikonsepkan untuk menunjang ekonomi sekitar. Karena di saat ramai kunjungan, warga sekitar bisa membuka lapak untuk berdagang. Atau sekedar menitipkan makanan di café yang telah dikembangkan.

“Tentunya keberadaan wisata Banyu Mili ini, menjadi harapan bagi warga untuk meningkatkan perekonomiannya. Makanya, kami berharap, agar ada dukungan dari pemerintah untuk pengembangan wisata. Mengingat saat ini, kami lakukan swadaya untuk pengembangannya,” papar dia. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Hadiri RAT ke-25, Bupati Rusdi Buka Peluang Kolaborasi Pemda dengan BMT-UGT Nusantara

BMT-UGT Nusantara resmi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 se...

Article Image
Penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025. Mas Rusdi : Pertumbuhan Ekonomi, IPM, Umur Harapan Hidup Sampai Komponen Pendidikan, Meningkat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaba...

Article Image
Danrem Kohir dan Gus Shobih Resmikan Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Lumbang

Komandan Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir bersama Wakil Bupa...

Article Image
Halal Bihalal dengan Ribuan ASN. Bupati Rusdi : Jadikan Idul Fitri Momen Mereset Perilaku dan Kinerja Jadi Makin Baik

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel bersama dan Halal Bihalal Idul Fitr...

Article Image
Desa Tambaklekok 29 Tahun Lestarikan Ski Lot Jadi Agenda Wajib di Hari Ketujuh Lebaran

Ski Lot, tradisi masyarakat Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasurua...