Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Jelang Ramadhan, Permintaan Bunga Sedap Malam dari Rembang Naik Berlipat

Gambar berita
26 Maret 2022 (13:53)
Ekonomi
3721x Dilihat
0 Komentar
admin

Setelah lama layu akibat pandemi Covid-19, permintaan bunga sedap malam kembali bergairah.

Para petani bunga sedap malam di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan boleh dibilang mulai sumringah. Sebab mereka kini tengah memanen bunga-bunga berwarna putih bersih ini dan siap dikirim ke berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan Bali dan provinsi-provinsi lain.

Adalah Mukhlis, salah satu petani bunga sedap malam di Desa Rembang, Kecamatan Rembang. Lelaki 65 tahun tersebut memanen bunganya dengan hasil yang memuaskan selama dua pekan kemarin.

Menurutnya, harga jual bunga sedap malam saat ini naik lipat dua. Jika sebelumnya harga per batang Rp 500 sampai Rp 600. Sekarang naik menjadi Rp 1.000, bahkan lebih.

Kenaikan harga bunga sedap malam pyur disebabkan momen kebutuhan pesanan bunga yang meningkat.

"Sekarang sudah banyak yang pesan. Alhamdulillah," ungkap Mukhlis sembari menyirami tanaman yang ia rawat itu, sabtu (26/03/2022) siang.

Pria yang sudah bertani bunga lebih 25 tahun ini menambahkan, setiap menjelang Ramadan, harga jual bunga sedap malam naik. Puncaknya, saat megengan atau beberapa hari menjelang puasa. Harga bunga sedap malam bisa naik berlipat-lipat.

"Sekarang lagi naik-naiknya, karena banyak yang minta," singkatnya.

Mukhlis mengaku tidak menjual bunga dalam bentuk batangan. Dia mengirimnya ke tengkulak di wilayah Probolinggo. Per sak dijual antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Bahkan, ketika momen seperti ini, harganya bisa tembus Rp 1 juta.

 ”Permintaan akan tinggi lagi menjelang Lebaran nanti,” ujarnya.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa bulan lalu, saat cuaca tak menentu dan ekstrem. Hujan terus-menerus dan kurang sinar matahari. Cuaca itu mengakibatkan tanaman bunga banyak mati akibat batangnya membusuk. Panen pun tidak maksimal. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...