Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kabupaten Pasuruan Raih Predikat Daerah Peduli Ketahanan Pangan Jawa Timur

Gambar berita
19 November 2019 (19:58)
Ekonomi
3028x Dilihat
0 Komentar
admin

Dalam sehari, Kabupaten Pasuruan mendapat 2 penghargaan sekaligus.

Selain Penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, Kabupaten Pasuruan juga diganjar penghargaan sebagai Daerah Peduli Ketahanan Pangan Jawa Timur tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf yang diwakilkan kepada Wakil Bupati, KH Abdul Mujib Imron, dalam acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke39 tingkat Provinsi Jawa Timur, di JX Internasional Convention Exhibition (Jatim Expo) Surabaya, Selasa (19/11/2019).

Dihubungi per telpon, Bupati Irsyad mengaku bersyukur, lantaran Kabupaten Pasuruan dianugerahi Allah SWT sebagai daerah yang gemah ripah loh jinawi. Dalam artian, kebutuhan akan 10 bahan pokok ada dan tersedia di semua wilayah. Mulai dari pesisir hingga pegunungan.

“Bisa saya sampaikan bahwa Kabupaten Pasuruan itu komplit. Pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, kehutanan, pokoknya semuanya ada. Dan inilah yang kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Terkait dengan ketahanan pangan, Irsyad menegaskan bahwa dengan seluruh potensi yang ada, Pemkab Pasuruan terus bersinergi dengan semua pihak agar kedaulatan pangan di Kabupaten Pasuruan tetap terjaga. Dalam artian, bagaimana ketersediaan pangan selalu cukup, terjangkau dan aman untuk dikonsumsi.

“Saya ambil contoh yang sederhana. Ketika beras di daerah lain lagi mahal-mahalnya, di daerah kita masih sama. Malah menjadi pasokan untuk daerah lain. Kalaupun mahal, maka kita gelar operasi pasar supaya masyarakat bawah bisa menjangkau dengan harga yang murah. Itu namanya kedaulatan pangan,” tegasnya.

Lebih lanjut Irsyad mengatakan, kebutuhan akan pangan selalu menjadi prioritas, di samping urusan pendidikan dan kesehatan. Setiap OPD terkait (Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan dll) harus terus berkoordinasi apabila terdapat gejolak perekonomian. Khususnya saat terjadi kelangkaan bahan pokok, seperti beras, gula, telur, cabai dan kebutuhan penting lainnya. Tujuan koordinasi tak lain untuk memastikan agar masyarakat tidak resah dengan gejolak tersebut. Sehingga daya jangkau warga tetap terjaga.

“Pokoknya kalau ada gejolak akan kebutuhan pangan, kita langsung rapat, turun lapangan dan langsung aksi. Yang penting masyarakat jangan sampai dibuat susah karena urusan pangan,” jelasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

Article Image
Peringati Hari Kartini, PT Sorini Agro Asia Corporindo, Cempaka Foundation, DLH dan TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuna

PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Pandaan Plant) bersama Cempaka Foundatio...