Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kebijakan 5 Hari Sekolah, Mensos Khofifah Usulkan Mendikbud dan Menag Segera Terbitkan SKB

Gambar berita
22 Juli 2017 (16:59)
Pendidikan
3525x Dilihat
0 Komentar
admin

Kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendidikan tentang pemberlakuan lima hari sekolah dengan durasi delapan jam setiap hari, mendapat tanggapan dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Halal Bihalal Muslimat NU, di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, Sabtu (22/07/2017).

Tanggapan tersebut berupa usulan kepada Menteri Pendidikan dan Menteri Agama agar menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait kebijakan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Hari Sekolah.

Menurutnya, aturan tentang Guru tersebut, secara tekstual belum mengatur persoalan yang menyangkut keberadaan pesantren dan madrasah diniyah (madin). Sehingga dengan SKB dua menteri tersebut diharap dapat menjembatani perbedaan yang sempat mengemuka menjadi polemik.

“Ada beberapa hal yang belum dibahas secara detail tentang kebijakan tersebut, khususnya tentang bagaimana guru di pesantren dan madin. Dari situlah maka kami mengusulkan agar diterbitkan SKB yang bisa mencover masalah tersebut,” kata Khofifah di hadapan awak media yang mengerubutinya.

Ditambahkannya, usulan agar dua kementerian dapat segera menerbitkan SKB tak serta merta muncul begitu saja, melainkan berdasarkan banyak masukan dari banyak pihak  yang ketakutan akan potensi madin san pondok pesantren yang bisa hancur apabila kebijakan tersebut diberlakukan.

“Sekolah regular dengan ponpes maupun madin memikiki tradisi dan cara yang berbeda, sehingga ada sisi lain yang sebaiknya harus diperhatikan supaya tidak timpang. Karena kita ketahui bersama bahwa pendidikan itu adalah kesamarataan, sama-sama mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Peraturan menteri tersebut merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2008 tentang Guru.

Kebijakan lima hari sekolah mengandung beberapa contoh penjelasan, diantaranya semua kegiatan siswa akan menjadi penilaian sekolah. Nantinya, akan ada dua rapor yang diterima murid, yakni nilai pelajaran berupa angka dan rekaman kegiatan siswa.

Secara teknis, para siswa akan memegang satu buku yang berisi mengenai kegiatan yang dilakukan di luar sekolah. Buku itu harus ditandatangani oleh pengajar atau pelatih kegiatan. Dengan demikian kegiatan siswa di luar sekolah terverifikasi. Selain itu, akan ada koordinasi antara guru dengan pengajar atau pelatih kegiatan di luar sekolah. Dengan cara ini, guru tetap dapat memantau kegiatan siswa. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
13 Kali Berturut-Turut. Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

13 kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sukses mempertahankan pred...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan...

Article Image
Idul Adha 1447 H. Pemkab Pasuruan Salurkan 260 Hewan Qurban

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan qur...

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...

Article Image
HLUN 2026. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Ajak Lansia Investasi Kesehatan

RSUD Bangil bersama Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Kelua...