Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kembangkan Keaksaraan Usaha Mandiri, Ajak Warga Belajar Berwirausaha

Gambar berita
05 April 2017 (20:48)
Pelayanan Publik
4456x Dilihat
0 Komentar
admin

Selain melalui Keaksaraan Fungsional (KF), Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan berupaya menekan angka buta huruf melalui pengembangan keaksaraan usaha mandiri (KUM) dan kewirausahaan.

Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengatakan, tahun ini sekitar 15.000 warga belajar yang sudah lulus keaksaraan dasar alias bisa baca tulis akan diajak untuk mengikuti KUM. Anggarannya pun sudah disiapkan, yakni Rp 6,900 Milyar yang nantinya akan diperuntukkan untuk 15.00 orang dari 1500 kelompok warga belajar dengan besaran per kelompok masing-masing Rp 4 jt-Rp 6 juta.

“Kita siapkan dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2017. Satu kelompok terdiri dari 10 orang yang akan kita dampingi terus dalam program ini,” kata Iswahyudi di sela-sela kesibukannya, Rabu (05/04/2017).

Selama program berlangsung, Dispendik akan melakukan pelestarian atau pemeliharaan kemampuan keaksaraan dasar sekaligus diberikan pendidikan kecakapan hidup, baik soft-skill berupa sikap dan karakter maupun hard-skill dalam bentuk keterampilan vokasional. Salah satu bentuk real action (langkah konkrit) nya adalah mulai dari pembelajaran, praktek sampai dengan evaluasi.

“Jadi para warga belajar ini kita berikan modal keterampilan seperti cara membuat kue atau jajanan. Kalau sudah bisa, kita arahkan mereka untuk belajar menjual atau menjadi pengusaha jajanan kecil-kecilan sembari mereka terus mengasah kemampuan baca tulis mereka,” imbuhnya.

Menurut dia, melalui program lanjutan pascakeaksaraan dasar itu, banyak warga belajar dan akhirnya memiliki keterampilan dan mampu memiliki usaha, baik secara pribadi maupun kelompok (kelompok belajar usaha), sehingga akan lebih sejahtera.

"Tidak mudah menjalankan semua program tersebut. Harus ada kerja sama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, lembaga penyelenggara pendidikan keaksaraan, para tutor dan juga warga belajar serta fasilitas pendukung," ujarnya.

Sementara itu, sampai tahun ini, jumlah warga di Kabupaten Pasuruan yang masih buta aksara mencapai 3000 orang. Kata Iswahyudi, ke-3000 warga buta aksara tersebut akan dituntaskan pada tahun ini melalui program KF. Harapannya, tak ada lagi masyarakat yang masih belum mengenal dunia baca tulis.

“Tapi kami tetap menghimbau kepada semua warga belajar yang sudah bisa baca tulis, kemudian lepas begitu saja. Tapi harus dilatih supaya tidak lupa,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...