Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kembangkan Keaksaraan Usaha Mandiri, Ajak Warga Belajar Berwirausaha

Gambar berita
05 April 2017 (20:48)
Pelayanan Publik
4583x Dilihat
0 Komentar
admin

Selain melalui Keaksaraan Fungsional (KF), Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan berupaya menekan angka buta huruf melalui pengembangan keaksaraan usaha mandiri (KUM) dan kewirausahaan.

Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengatakan, tahun ini sekitar 15.000 warga belajar yang sudah lulus keaksaraan dasar alias bisa baca tulis akan diajak untuk mengikuti KUM. Anggarannya pun sudah disiapkan, yakni Rp 6,900 Milyar yang nantinya akan diperuntukkan untuk 15.00 orang dari 1500 kelompok warga belajar dengan besaran per kelompok masing-masing Rp 4 jt-Rp 6 juta.

“Kita siapkan dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2017. Satu kelompok terdiri dari 10 orang yang akan kita dampingi terus dalam program ini,” kata Iswahyudi di sela-sela kesibukannya, Rabu (05/04/2017).

Selama program berlangsung, Dispendik akan melakukan pelestarian atau pemeliharaan kemampuan keaksaraan dasar sekaligus diberikan pendidikan kecakapan hidup, baik soft-skill berupa sikap dan karakter maupun hard-skill dalam bentuk keterampilan vokasional. Salah satu bentuk real action (langkah konkrit) nya adalah mulai dari pembelajaran, praktek sampai dengan evaluasi.

“Jadi para warga belajar ini kita berikan modal keterampilan seperti cara membuat kue atau jajanan. Kalau sudah bisa, kita arahkan mereka untuk belajar menjual atau menjadi pengusaha jajanan kecil-kecilan sembari mereka terus mengasah kemampuan baca tulis mereka,” imbuhnya.

Menurut dia, melalui program lanjutan pascakeaksaraan dasar itu, banyak warga belajar dan akhirnya memiliki keterampilan dan mampu memiliki usaha, baik secara pribadi maupun kelompok (kelompok belajar usaha), sehingga akan lebih sejahtera.

"Tidak mudah menjalankan semua program tersebut. Harus ada kerja sama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, lembaga penyelenggara pendidikan keaksaraan, para tutor dan juga warga belajar serta fasilitas pendukung," ujarnya.

Sementara itu, sampai tahun ini, jumlah warga di Kabupaten Pasuruan yang masih buta aksara mencapai 3000 orang. Kata Iswahyudi, ke-3000 warga buta aksara tersebut akan dituntaskan pada tahun ini melalui program KF. Harapannya, tak ada lagi masyarakat yang masih belum mengenal dunia baca tulis.

“Tapi kami tetap menghimbau kepada semua warga belajar yang sudah bisa baca tulis, kemudian lepas begitu saja. Tapi harus dilatih supaya tidak lupa,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...