Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kementrian ESDM Tambah Kuota Solar SPBN di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
16 Februari 2019 (14:33)
Ekonomi
3930x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota solar di SPBN Kabupaten Pasuruan.

Apabila tahun 2018 lalu perharinya hanya dibatasi sebanyak 16 ribu liter perharinya. Tahun ini bisa mencapai 150 ribu liter perharinya.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, saat dihubungi via telepon, Sabtu (16/02/2019).

Menurutnya, di tahun lalu ada salah satu SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang tak beroperasi lantaran kehabisan kuota. Dari situlah Dinas Perikanan mengusulkan tambahan kuota khusus solar kepada Pemerintah Pusat.

“Dan hasilnya Alhamdulillah, usulan ini langsung diterima dan tahun ini kuota solar di SPBN ditambah,” katanya.

Dijelaskan Alamsyah, usulan penambahan kuota solar perlu dilakukan agar tidak terjadi lagi kehabisan kuota yang mengakibatkan tidak beroperasinya SPBN, padahal kebutuhan untuk nelayan sangat penting.

“Setelah kita ajukan kuota tambahan dan ternyata disetujui sehingga perharinya diberikan kuota hingga 150 ribu liter perharinya,” terang Alamsyah kepada Suara Pasuruan.

Lebih lanjut Alamsyah menegaskan, pada tahun sebelumnya, kuota solar di 2 SBPN yaitu di Desa Kalirejo, Kraton dan Desa Jatirejo, Lekok masing-masing sebesar 16 ribu liter perharinya. Namun di tahun 2018 memang ada lonjakan pembelian dari nelayan sehingga setiap harinya, pembelian solar selalu habis. Tingginya pembelian ini lantaran banyak pembatasan solar di SPBU yang memakai jerigen.

“Sehingga mau tidak mau nelayan beli ke SPBN, jika dulu penjualan paling hanya sekitar 25-40 persen, tahun kemarin sehari selalu habis,” ungkap dia.

Sehingga pada Agustus lalu, dari Pusat hanya memberikan solar tambahan ke SPBN yang ada di Lekok. Sedangkan di SPBN Kraton memang tak lagi beroperasi sampai pertengahan Januari kemarin. Alamsyah menguraikan, dengan kondisi pemberian kuota 150 ribu liter perharinya, diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan solar nelayan.

 “Jadi sudah dihitung lagi terkait kebutuhan kuota dari tahun lalu. Dan harapannya tahun ini bisa mencukupi dan tidak sampai kehabisan kuota,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Dorong Pelaku UMKM Pasuruan Kuasai Live Commerce demi Tingkatkan Penghasilan

Bupati Pasuruan, Mas Rusdi dorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (...

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...