Banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk memajukan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)/ Industri Kecil Menengah (IKM). Diantaranya dilakukan dengan memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM/ IKM. Baik dari segi permodalan maupun pembinaan peningkatan kualitas produk dan secara manajerial pemasaran produk.
Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT), Pemerintah Daerah dapat leluasa menggerakkan dan mendorong roda perekonomian masyarakat. Dengan demikian, kata Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, target untuk mendorong UMKM agar bisa "naik kelas" dan memasarkan produk-produk unggulannya ke pasar internasional melalui ekspor dapat segera terwujud.
Disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Ketentuan Perundang-Undangan di Bidang Cukai Melalui Budaya Lokal yang digelar di Gedung Maslahat pada hari Senin (17/4/2023) dinihari, Gus Irsyad menyampaikan beberapa hal penting. Bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengoptimalkan pemanfaatan DBH-CHT untuk meningkatkan kualitas pembangunan di berbagai sektor.
"Dari DHB-CHT yang diperoleh dari cukai rokok, Pemkab Pasuruan memacu pembangunan di segala bidang. Di bidang ekonomi, kami berikan pembinaan dan permodalan kepada para pelaku UMKM/IKM. Seperti yang kita jumpai di sini, ada produk Bakso dan STMJ Sakera yang juga dapat bantuan dari DBH-CHT melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan," jelas Bupati dalam acara bertema "Santri Ambangun Negoro" yang dikemas dengan konsep dialog santai bersama para Gus tersebut.
Dari beragam manfaat yang diperoleh tersebut, Bupati Irsyad berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan agar berperan aktif dalam meningkatkan alokasi DBH-CHT yang diterima Pemerintah Kabupaten Pasuruan ke depannya. Hal itu dapat dilakukan dengan turut aktif dalam memberantas peredaran rokok ilegal tanpa cukai.
"Saya berharap, dengan adanya kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan ketentuan di bidang cukai ini semakin menyempitkan ruang gerak bagi pengedar rokok illegal. Sehingga tidak memasarkan produksi rokok illegal kepada masyarakat. Ini harus kita sosialisasikan bersama-sama," pinta Bupati.
Dalam perbincangan santai yang dapat disimak di kanal Youtube TV9 Nusantara di https://www.youtube.com/watch?v=RqC5l4m_Dyw tersebut, Gus Irsyad juga menjabarkan tentang pemanfaatan DBH-CHT untuk peningkatan mutu pendidikan. Tidak terkecuali yang digunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Universal Health Coverage (UHC). Seperti yang ditambahkan oleh Wakil Bupati, Mujib Imron berikut ini.
"Dari program UHC, Pemkab Pasuruan dapat menjamin biaya kesehatan masyarakat. Utamanya bagi yang belum ter-cover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sampai 1 Maret 2023, UHC sudah menjangkau 96,07 persen. Berkat capaian itu juga, Pak Bupati menerima penghargaan UHC Awards dari Wakil Presiden RI," ucap Gus Mujib demikian biasanya Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut familiar disapa.
Hadir dalam acara yang dipandu oleh Bupati Irsyad bersama grup lawak Abioso tersebut, Gus Kautsar, Gus Salam, Gus Fahim dan Gus Hans. Dialog seputar progress pembangunan Kabupaten Pasuruan dari pemanfaatan DBH-CHT semakin meriah dengan penampilan seniman Sodiq Monata, diiringi dengan iringan musik Padhang Howo dan Majestic. (Eka Maria)
Komentar