Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ketahuan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan Sita 1390 Botol Miras Yang Disembunyikan di Gudang

Gambar berita
19 November 2018 (13:41)
Umum
3814x Dilihat
0 Komentar
admin

Ribuan botol minuman keras (miras) dari sebuah toko kelontong, di Desa Mlaten, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gempol, berhasil disita oleh anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Sabtu (18/11/2018).

Uniknya, pemilik plus penjual miras ini terbukti beberapa kali terbukti melanggar dengan menjual bebas botol miras ke langganan mereka.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, pemilik warung merupakan pemain lama yang pernah berurusan dengan Satpol PP terkait jual beli miras.

“Istilahnya masih ndableg dengan berani dan terang-terangan menjual miras ke pelanggannya. Maka dari itu  kita juga tidak bosan untuk menyitanya,” kata Yudha, saat dihubungi via telepon.

Operasi yang digelar pukul 21.56 WIB ini pun berhasil mengangkut ribuan botol miras siap edar. Kata Yudha, total jumlah botol miras yang disita sebanyak 1390 botol dari berbagai macam jenis botol miras pabrikan dari berbagai jenis, salah satunya juga botol miras berjenis ciu.

“Semua kita sita dan nanti akan kita musnahkan secara bersama-sama,” singkatnya.

Sementara itu, ketika penggrebekan berlangsung, pemilik toko hanya bisa pasrah saat petugas lagi-lagi menemukan gudang miras yang berada disamping tokonya.

“Ya dulu pernah, biasanya kena operasi dua dus, dua dus gitu lo, tapi kenapa kemarin itu tempat sebelahnya digunakan untuk gudang, akhirnya saya masuk lewat belakang, mirasnya numpuk gitu,” tegas Yudha kepada Suara Pasuruan.

Banyaknya barang bukti, membuat Satpol PP meminta bantuan kepada Polres Pasuruan untuk melakukan penyitaan kemudian dimusnahkan. Menurut Yudha, pemilik toko kelontong telah melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan nomor 10 tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

 

Pemilik warung kelontong juga mendapat sanksi tindak pidana ringan (Tipiring) enam hari bahkan lebih atau dikenai denda.

“Tergantung majelis hakimnya itu,” tambahnya.

Selain mendatangi warung kelontong di Gempol, pihaknya juga berencana menyisir wilayah lainnya untuk memastikan tidak ada lagi peredaran miras. Terlebih, miras merupakan salah satu pemicu tindak kejahatan seperti begal, pencurian, maupun tindak kriminal lainnya yang merugikan warga. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bantu Pemerintah Tuntaskan Wajar Dikdas 12 Tahun. Karang Taruna Desa Alastlogo Bangun Bimbel Gratis

Para Pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti di Desa Alastlogo, Kecamatan Leko...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong UMKM Merambah Online, Gus Shobih Buka Pelatihan Digital Marketing 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, secara resmi membuka pelatihan Digital...

Article Image
Buka Pelatihan Digital Marketing. Wabup Gus Shobih : Ini Bukti Pemerintah Menaik Kelaskan UMKM

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pa...

Article Image
Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Madiun, Wabup Shobih Tinjau Stand Petani Kopi dari Purwodadi

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026) so...

Article Image
Bupati Mas Rusdi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Siap-siap, Sensus Ekonomi 2026 akan segera dimulai.Di Kabupaten Pasuruan, dimula...