Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Keterbatasan SDM Nakes, Masyarakat Wajib Kurangi Mobilitas dan Hindari Kerumunan

Gambar berita
16 Juli 2021 (16:59)
Pelayanan Publik
3748x Dilihat
0 Komentar
admin

Selain kapasitas UGD RSUD Bangil dan RSUD Grati sudah overload, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan menjadi permasalahan yang serius dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Baik tim medis maupun paramedis, jumlahnya sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah kasus yang terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Maka dari itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menginstruksikan kepada seluruh masyarakat untuk berupaya menekan bertambahnya lonjakan kasus aktif harian. Caranya tidak lain dengan membatasi mobilitas dan menghindari kerumunan. Terutama selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saya mohon kepada semua kyai, alim ulama dan tokoh masyarakat untuk terus bekerjasama dengan Pemda. Memberikan pemahaman dan sosialisasi PPKM Darurat kepada masyarakat. Juga memberi penekanan, protokol kesehatan adalah kunci utama untuk kita semua agar terhindar dari Covid-19”, jelasnya pada hari Kamis (15/7/2021).

Disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Bupati kembali menegaskan bahwa PPKM Darurat adalah ikhtiar bersama. Menurutnya, baik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, RSUD Bangil, RSUD Grati maupun Forkopimda telah melaksanakan usaha dengan sangat  serius untuk mencegah bertambahnya kasus harian.

Sementara itu, untuk menekan penyebaran virus varian Delta yang begitu cepat, Kepala Daerah menginstruksikan kepada Satgas Penanganan Covid-19 agar melakukan testing dan tracing terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi positif. Minimal dilakuan kepada 15 orang terdekatnya.

"Dari informasi yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, beberapa kasus harus dilakukan testing minimal 15 orang. Selain itu jangan sampai muncul klaster seperti klaster takziyah dan klaster tahlil. Apalagi puncak pandemi Covid-19 diprediksi akan terjadi Juli tahun ini”, tandas Bupati dalam kegiatan rakor yang dihadiri Wakil Bupati Mujib Imron, Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait tersebut. (Eka Maria+Iguh)  

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Remaja Lekok Ini Bersyukur Jadi Pelajar Sekolah Rakyat. Pendidikan Fokus, Orang Tua Diberdayakan

Program pendidikan Sekolah Rakyat (SR) terbukti memberikan banyak hal baik bagi...

Article Image
Tutup Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP. Mas Rusdi : Kita Bangun Fondasi Sepakbola secara Berjenjang, Elit dan Disegani

Liga Sepak Bola Piala Bupati Antar Pelajar SMP Sederajat se-Kabupaten Pasuruan t...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan Baznas Gelar Gebyar 10 Muharram "Bahagia Bersama Anak Yatim"

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggel...

Article Image
Optimalkan E-Transaksi, Pemkab Pasuruan Kejar Tata Kelola Keuangan yang Bersih dan Akuntabel

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong seluruh jajaran perangkat daerah untuk s...

Article Image
Wabup Gus Shobih Tegaskan ETPD Wajib Dilaksanakan

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Elektronifikasi Transaksi Pemeri...