Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf kembali berkunjung ke Pasuruan, Sabtu (7/2/2026).
Kali ini, kunjungannya tak lain dalam rangka sosialisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Pantauan di lapangan, sosialisasi digelar di Gedung Diponegoro, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Gus Ipul - sapaan Mensos ini hadir dengan didampingi Sekretaris jenderal (Sekjen) Kemensos, Robben Rico; kemudian Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Dirjen Rehsos), Supomo.
Sedangkan dari Pasuruan, kedatangan Gus Ipul disambut Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; kemudian Walikota Pasuruan, Adi Wibowo; Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko; Forpimda Kota dan Kabupaten Pasuruan dan lainnya.
Dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan bahwa untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran, seluruh data penerima harus akurat. Maka dari itu, seluruh pihak mulai dari Camat, Kepala Desa, Perangkat hingga pendamping untuk bisa terus melakukan konsolidasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
"Inilah ajakan dari kami untuk Pemkab Pasuruan, Camat Kades sampai pendamping bisa terus lakukan konsolidasi data dengan BPS. Sebab kalau akurat, maka program kita pasti akan tepat sasaran," katanya.
Terkait pemutakhiran data, Gus Ipul menegaskan bahwa Pemerintah bersama BPS terus melaksanakannya tiap hari. Tujuannya agar sesuai kenyataan di lapangan. Sebab ditengarai, masih banyak program belum tepat sasaran lantaran data belum akurat.
"Dengan konsolidasi, saya yakin data kita ke depan akan makin akurat," imbuhnya.
Lebih lanjut Gus Ipul menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan juga menjadi momentum yang sangat baik untuk menegaskan bahwa pemerintah wajib terbuka atas partisipasi masyarakat. Hal tersebut sebagaimana telah diatur dalam Inpres nomor 4 tahun 2025. Dimana tidak ada lagi keluarga atau individi yang memerlukan perlindungan tapi tidak terdaftar.
"Sudah tidak bisa lagi kita menutup-nutupi data. Sebaliknya masyarakat diajak untuk memperbaiki data kita, DTSEN kita mutakhirkan dan ditambah lagi dengan digitalisasi bansos," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyambut baik pembaruan sistem ini sebagai instrumen kunci untuk efisiensi anggaran daerah maupun pusat. Sebab akurasi data dianggap sebagai solusi permanen untuk mengakhiri polemik penyaluran bantuan yang sering kali salah sasaran di tingkat desa.
“Data DTSEN ini bukan sekadar kumpulan angka, tapi instrumen kunci untuk efisiensi anggaran dan perencanaan yang terukur,” ucapnya.
Wabup juga menyoroti kasus unik di mana masih ditemukan oknum dari kalangan berkecukupan yang terdata sebagai penerima bantuan sosial. Oleh karenanya, Pemkab berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proses verifikasi di tingkat lapangan berjalan jujur tanpa adanya intervensi pihak manapun.
"Atas nama Bupati Pasuruan, kami menyampaikan bahwa Pemkab Pasuruan sangat mendukung langkah Kemensos untuk terus melakukan konsolidasi data agar semakin akurat, dan penerimanya juga tepat sasaran, masyarakat pun lega," tutupnya. (emil)
Komentar