Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Langka di Tempat Penjualan, Namun Minyak Goreng Banyak Tersedia di Penjualan Online

Gambar berita
19 Februari 2022 (15:30)
Ekonomi
3391x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga kini, masyarakat semakin dibuat bingung ketika minyak goreng banyak yang kosong di pasar hingga minimarket, namun tidak di penjualan online.

Setidaknya inilah yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat menengah hingga ke bawah.

Ika Rahmawati, salah satu warga Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan mengaku mendapat banyak tawaran pembelian melalui media sosial seperti WA dan instagran.

Hanya saja, harga yang ditawarkan relatif lebih tinggi daripada harga di pasaran. Yakni antara Rp 17 ribu-Rp 20 ribu per liternya.

"Belinya sekarang online, diantar sampai ke rumah. Kalau beli di toko sudah banyak yang kosong," ungkapnya.

Ika mengaku terpaksa membeli onlie dengan harga cukup mahal lantaran menjadi sebuah kebutuhan untuk memasak di dapur rumahnya.

"Ya mau gimana lagi, nanti gak bisa goreng ayam atau ikan untuk keluarga," singkatnya.

Fenomena ini ternyata sampai di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag Mita Cristiani mengatakan, di pasaran, stok minyak goreng memang menipis. Karena itu, Disperindag bakal turun pada Rabu mendatang.

”Sudah kami jadwalkan. Memang situasinya seperti ini,” katanya.

Mita menambahkan, Disperindag ingin memastikan ketersediaan minyak goreng. Masyarakat diharapkan tidak khawatir dan risau karena sulit mendapatkan minyak goreng itu. Sebab, sejauh ini, stok barang di pasaran memang menipis.

”Rabu kami lakukan pengawasan pasar terkait kelangkaan minyak goreng. Semoga ada keterkaitannya dengan distribusi minyak goreng bersubsidi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Disperindag mendapatkan edaran bahwa saat ini terjadi kelangkaan minyak goreng. Dalam edaran itu, Kementerian Perdagangan sudah mengambil kebijakan untuk menekan kenaikan harga minyak goreng. Di antaranya, kebijakan subsidi satu harga Rp 14.000 yang akan didistribusikan ke ritel modern dan pasar tradisional.

Kemendag mulai mewajibkan para eksporter produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya agar memasok produk ke pasar dalam negeri. Kebijakan itu bertujuan memastikan adanya pasokan dan harga minyak goreng di pasar dalam negeri. “Semoga kondisi ini cepat kembali stabil,” tutupnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...