Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten punya cara unik dan menarik agar minat membaca generasi muda bisa ditingkatkan.
Seperti yang dilaksanakan di Graha Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Selasa (20/5/2025) pagi. Ratusan pelajar SMP dan SMA sederajat di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Pasuruan dikumpulkan jadi satu.
Mereka bukan sembarang pelajar, tapi siswa siswi penyuka musik yang diajak untuk mengikuti coaching clinic bersama Edo Widiz, gitaris Voodoo, Band Kenamaan di era 90-an. Selain itu, ada Roy Jeconiah, Vocalis Grub Rock Boomerang yang mengajak para pelajar bergembira melalui seni musik.
Abraham, salah satu pelajar SMAN 1 Bangil tak kuasa menahan kebahagiaan setelah diajak jamming oleh Edo Widiz. Mereka berduet memainkan lagu Kangen milik Dewa 19.
"Seneng banget karena saya ngefans sama Om Edo. Awalnya papa ngefans dari muda nya, karena emang mainnya bagus," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Diano Vela Fery Santoso mengatakan dikumpulkannya para pelajar merupakan bagian dari Gebyar Road Show Pasuruan Membaca tahun 2025.
Ia berpendapat bahwa membuat anak-anak suka membaca tak harus kaku dengan hanya membuka buku bacaan atau aktifitas membaca yang diperoleh secara formal di bangku sekolah saja. Akan tetapi dapat dilakukan melalui literasi musik.
"Kita fokuskan pada literasi musik. Kita hadir untuk mencoba merangkul dan mewadahi anak-anak yang punya minat musik, kemudian diarahkan supaya musik tidak sekedar sampingan mengisi masa muda saja, tapi kalau serius bisa jadi enterpreneur di bidang entertainment, keren pasti," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori memberikan applause untuk literasi musik yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai cara untuk meningkatkan gemar membaca anak.
“Saya mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menggelar acara dengan konsep yang tidak biasa. Literasi tidak hanya di ruang baca, tapi bisa dihidupkan melalui seni, musik dan dialog,” katanya.
Disampaikan dia, literasi digital itu harus diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan, membumi, dan menyebtuh semua kalangan. Apalagi, seperti yang sekarang dilakukan melalui klinik literasi musik.
“Semakin banyak literasi itu semakin menunjukkan kemampuan membaca dunia, merespon zaman, sehingga hisa membaca dan menulis sekaligus memberi ruang bereskpresi dan berkarya di lintas bidang,” urainya.
Di era digitalisasi seperti sekarang, kata Wabup, anak-anak dapat dengan mudah mendapat informasi. Tapi, tanpa literasi semuanya itu menjadi sebuah kebisingan. Karena informasi yang didapat tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Tanpa adanya literasi pikiran yang ditemukan anak anak kita melalui digital itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tanpa literasi, ini bisa menjadi boomerang untuk anak - anak kita ke depan,” paparnya.
Menurut Gus Shobih, apa yang ditanam sekarang pasti akan dituai. Menghidupkan lentera untuk hari esok yang lebih terang. Mari bersama - sama mewujudkan Pasuruan yang maju bukan hanya infrastruktur tapi juga literasi,
“Jangan lelah untuk terus belajar dan menuntut ilmu, Kalau dalam pepatah arab, ilmu itu dibalik buku, maka tugas kita membukanya, selanjutnya membaca dan membagikannya,” sambung Gus Shobih.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengacungi jempol langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mau out of the box untuk membuat anak-anak di Kabupaten Pasuruan senang membaca.
"Kegiatan seperti ini harus dikembangkan lagi supaya khasanah pengetahuan anak semakin banyak. Ini cara praktis untuk mengetahui bakat yang dimiliki setiap anak, karena dari sini mereka banyak belajar memperbanyaj literasi," tutupnya. (emil)
Komentar