Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Longsor Landa 5 Desa Di Kecamatan Tosari

Gambar berita
10 Maret 2024 (02:13)
Lingkungan
2408x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (9/3/2024).

Bahkan, longsor kali ini melanda hingga 5 desa sekaligus. Yakni Baledono, Podokoyo, Tosari, Wonokitri dan Desa Sedaeng.

Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, di Desa Podokoyo, longsor mengakibatkan sebagian dapur rumah Narko, warga RT 3 RW 3 Dusun Sunogiri ambrol dengan volum panjang 3 meter, tinggi 6 meter dan ketebalan 1 meter.

Sedangkan di Baledono, longsor terjadi di bawah Hotel Bromo Cottage dan mengenai jalan penghubung Desa Baledono - Tosari serta jalan Provinsi hingga hanya bisa dilewati satu lajur saja.

Di Sedaeng, satu rumah warga juga terkena longsor dengan volume panjang 8 meter, tinggi 10 meter dan ketebalan 2 meter. Selain itu, jalan menuju Desa Sedaeng juga longsor dengan panjang 9 meter, tinggi 12 meter dan ketebalan 2 meter.

Selanjutnya di Desa Wonokitri, salah satu rumah warga dan gudang juga terkena longsor hingga menutupi jalan utama Wisata Bromo. Begitu pula di Desa Ngadiwono, bahu jalan di RT 1 RW 6 Dusun Ketuwon juga terjadi longsor. 

Tak berhenti sampai di situ, dapur rumah Sutrisno, warga RT 4 RW 4 Dusun Tlogosari juga longsor dengan panjang 13 meter, tinggi 5 meter dan ketebalan 2 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, longsor yang melanda beberapa desa di Wilayah Kecamatan Tosari disebabkan hujan yang mengguyur wilayah atas selama berjam-jam. 

Pasca kejadian, warga langsung bergotong royong untuk membersihkan sisa-sisa tanah bercampur lumpur yang menutupi badan jalan.

"Kalau urusan gotong royong, warga Tosari saya acungi jempol. Luar biasa kompaknya," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Minggu (10/3/2024) pagi.

Selain warga, gotong royong juga dilakukan bersama-sama TNI Polri dan para relawan tangguh bencana. Kata Sugeng, dengan intensitas hujan yang begitu lebat, ia menghimbau kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras. Utamanya tidak berhenti di bawah pohon maupun d bawah tebing. Sebab bisa berpotensi longsor.

"Kalau sudah hujan deras, cari tempat yang aman. Jangan berteduh di bawah pohon atau tebing, karena bisa berpotensi longsor maupun pohon tumbang," himbaunya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...