Menjadi pegawai tidak sekedar datang ke kantor untuk bekerja berdasarkan rutinitas keseharian saja. Tetapi harus benar-benar menghasilkan kinerja terbaik. Pernyataan itu diutarakan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis pada saat membuka Capacity Building Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pasuruan.
Dalam forum diskusi dan evaluasi bertema "Bersinergi Dalam Peningkatan Kinerja" yang diadakan di Baobab Safari Resort, Taman Safari Prigen tersebut dijabarkan tentang esensi kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bekerja. Berikut, tantangan dan peluang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di era disrupsi.
"Bapak Ibu sekalian, kalau bicara BPKPD itu pasti menarik. Terutama tugas-tugasnya yang kerjanya. Kalau Panjenengan merasa kurang maksimal dalam bekerja, tingkatkan kompetensi. Salah satunya ya dengan sekolah lagi," katanya.
Ditambahkannya, jika standart kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sudah sudah dipenuhi, maka yang harus ditingkatkan lagi adalah kekompakan tim dalam sebuah organisasi. Maka disitulah dibutuhkan sikap bijak dan manajerial yang baik dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Berbicara masalah sinergi, itu tergantung pimpinan organisasi. Artinya, kita mau membentuk sebuah super tim. Bukan superman. Apalagi di BKPPD. Saya selalu sampaikan ke Camat untuk menjadikan profesinya sebagai hobi. Sehingga bisa bekerja nyaman dengan hasil maksimal," ucapnya dalam kegiatan yang digelar mulai tanggal 6-7 Desember 2024 tersebut.
Disampaikan di hadapan Plt. Kepala BPKPD Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo beserta jajarannya, Pj. Bupati Nurkholis tidak jemu-jemunya berbagi semangat dan spirit bekerja cerdas dan ikhlas. Tentunya dibarengi dengan komunikasi efektif dalam sebuah instansi yang harus senantiasa terjaga.
"Hal penting lainnya dalam organisasi, budayakan berkomunikasi dan berdiskusi dengan tim. Jaga kekompakan. Gali ide dan gagasan dari karyawan/karyawati. Ciptakan SDM yang keren, punya prestasi, dedikasi, loyal dan tanggungjawab," pesannya.
Di akhir arahannya, pria kelahiran Banyuwangi yang gemar menuntut ilmu lintas strata pendidikan dan program studi tersebut meminta kepada seluruh pegawai BPKPD agar siap menghadapi tantangan dalam bekerja. Menghasilkan kinerja dengan output dan outcome sesuai yang ditargetkan untuk mewujudkan pelayanan publik prima adalah muaranya.
"Mulailah kita evaluasi kerja kita. Pegawai keuangan harus jago kerja. Saya yakin kalau orang keuangan berkinerja itu selalu siap menghadapi tantangan. Diantaranya mendorong OPD untuk memaksimalkan penyerapan anggaran melalui pelaksanaan program kerjanya. Jika semisal masih belum optimal, dicari tahu juga apa kendalanya," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam laporannya Plt. BPKPD Digdo Sutjahjo mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan Capacity Building tidak lain untuk meningkatkan kompetensi pegawai BPKPD melalui pelatihan yang relevan dengan tugas pengelolaan keuangan, aset dan pendapatan daerah. Sekaligus meningkatkan kemandirian, inisiatif dan motivasi yang tinggi dalam bekerja.
"Kami berharap, dari peningkatan kapastas SDM ini dapat meningkatkan koordinasi, kerjasama dan sinergi yang efektif antar pegawai. Baik di bidang pendapatan, keuangan, aset maupun sekretariat BPKPD dalam menyusun kebijakan pengelolaan keuangan," urainya. (Eka Maria)
Komentar