Seleksi Penerimaan Murid Baru jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pasuruan, dimulai.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan proses pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus bersih, jujur, bebas dari penyimpangan, praktik titipan, pungutan liar dan yang terpenting, semua anak harus sekolah.
Penegasan ini disampaikan Bupati Rusdi dalam Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas SPMB tahun 2026 di Auditorium Mpu Sindok Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (19/5/2026).
"Deklarasi dan penandatanganan pakta integritas hari ini menjadi simbol sekaligus komitmen bersama bahwa Pemkab Pasuruan bertekad mewujudkan pelaksanaan SPMB yang transparan, obyektif, berkeadilan, akuntabel dan tanpa diskriminasi," tegasnya.
Dalam sambutannya, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini meminta tidak boleh ada praktik titipan, pungli, manipulasi data ataupun bentuk penyalahgunaan kewenangan dalam proses penerimaan murid baru.
"Semua anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.
Kepada seluruh kepala sekolah, panitia, operator dan seluruh jajaran pendidikan, Mas Rusdi meminta agar senantiasa memegang teguh integritas dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Bangun komunikasi yang baik. Sampaikan informasi secara terbuka dan layani masyarakat dengan profesional dan humanis," harapnya.
Diketahui, pelaksanaan SPMB jenjang SMP Negeri dilaksanakan secara online melalui aplikasi SPMB. Seluruhnya tanpa dipungut biaya sepeserpun dan melalui 4 jalur, yakni prestasi, afirmasi, mutasi dan domisili.
Untuk tahap pertama (jalur prestasi, afirmasi dan mutasi), pendaftarannya dilaksanakan pada tanggal 08-12 juni 2026 dan pengumumannya di tanggal 13 juni 2026 serta daftar ulang di tanggal 15-18 juni 2026 (jam kerja).
Kemudian tahap kedua (jalur domisili), pendaftarannya mulai 19-24 juni 2026 dan pengumumannya 25 juni 2026, serta daftar ulang mulai 26-30 juni 2026 (jam kerja)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti berharap kepada para orang tua agar tak khawatir putra-putrinya tidak dapat bersekolah. Sebab Pemerintah memastikan akan memfasilitasi kebutuhan pendidikan anak-anak bangsa.
"Kata Pak Bupati, jangan khawatir tidak bisa sekolah, apalagi para orang tua yang masih cemas. Tak terkecuali bagi siswa kurang mampu, harus tetap bisa sekolah, tidak boleh ada alasan karena kendala ekonomi," ujarnya. (emil)
Komentar