Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Melihat Bisnis Pembuatan Topeng Kayu di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
01 April 2017 (18:38)
Ekonomi
10646x Dilihat
0 Komentar
admin

Di tengah masyarakat modern yang berkembang saat ini, topeng menjadi bentuk karya seni yang memadukan nilai estetika dan spiritualitas. Tak hanya cukup dengan kata ‘indah’ saja, terkadang seseorang membeli topeng karena memiliki faktor X atau nilai misterinya.

Akan tetapi, bagi Sugiyat (63), membuat topeng adalah mengukir sejarah untuk diteruskan ke anak cucu. Selain sebagai peluang usaha dan wirausaha yang cukup eksentrik, membuat topeng ternyata juga memiliki misi dalam memugar ingatan siapapun mengenai sejarah sebuah tempat dan cerita.

Ya, Sugiyat adalah pengrajin Topeng Malangan yang menghabiskan waktunya dengan membuat topeng di Desa Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Sejak tahun 1978, dirinya mulai mencoba peruntungannya di dunia topeng. Namun, saat itu masih dalam tahap menjajal, sehingga tak berani untuk menjualnya.

“Baru 5 tahun kemudian saya mulai menjual di tepian jalan di Malang, karena nenek buyut saya asli sana. Saya jual murah, yang penting topeng saya laku,” ungkapnya di sela-sela membuat topeng pesanan warga Surabaya, Sabtu (01/04).

Untuk 1 buah topeng dijual dengan harga bervariasi, tergantung dari jenis dan model topeng itu sendiri. Sugiyat lantas mencontohkan untuk topeng ragil kuning yang dijualnya mulai dari Rp 150.000-Rp 500.000. Mahal tidaknya topeng juga bergantung dari pengerjaan, baik kasar maupun halus.

“Kalau kasar, satu hari saja selesai. Tapi kalau topengnya halus sekali, bisa memakan waktu 3 hari, karena membuat topeng tidak semudah membuat kursi atau meja, harus dalam kondisi mood bagus,” imbuhnya.

Proses pembuatan topeng dari awal hingga finish, Sugiyat mengaku mengerjakannya secara homemade. Selain bisa dapat feel, pengerjaan topeng secara manual, yaitu dengan menatah, khususnya pada lekuk wajah agar membuat kerapian topeng bisa terjaga. Untuk alat, Sugiyat menggunakan alat berupa satu set tatah ukir yang sudah dia modifikasi, agar penggunaannya lebih bagus. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat topeng adalah kayu kembang, kenongo, mentaos dan sengon basia. Semua kayu itu tersedia di Nongkojajar sehingga memudahkannya untuk membeli dari warga sekitar.

“Kalau lagi sakit atau stress, pasti tidak akan bisa membuat topeng yang bagus. Apalagi topeng dari tokoh-tokoh wayang seperti Bapang, Kelono, Gunungsari dan lainnya. Mood harus terjaga dan kita harus bahagia,” jelasnya.

Hanya saja, lelaki yang profesi aslinya sebagai tukang kayu itu tak setiap hari membuat topeng, lantaran menunggu pesanan yang datang kepadanya. Untuk itu, untuk menambah penghasilannya, Sugiyat membuat meja, kursi dan lemari alias meubeler.

“Kalau yang beli topeng adalah para kolektor topeng, kalau orang biasa jarang sekali. Makanya kalau pemerintah daerah bisa memfasilitasi kami yang kecil ini, alangkah senangnya,” harapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...