Dalam lima hari terakhir, Posko Terpadu Kabupaten Pasuruan terus disibukkan dengan urusan logistik kebencanaan, khususnya banjir.
Seperti yang terlihat pada Selasa (10/12/2024) pagi. Posko yang dibangun di Rest Area Al-Baka Rejoso ini menjadi gudangnya logistik, baik yang berasal dari pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, Posko Terpadu menjadi pusatnya koordinasi sekaligus logistik di wilayah timur.
Di posko ini, semua bantuan menurut Sugeng ditempatkan di satu ruangan. Setelah diklasifikasi, maka akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
"Semua bantuan yang datang kita data dulu, baru kami klasifikasikan sendiri-sendiri. Setelah itu kita kumpulkan di satu tempat untuk persiapan penyaluran," katanya.
Saat ditanya seputar siapa saja yang memberikan bantuan ke Posko Terpadu, Sugeng menegaskan sudah ada beberapa pihak seperti Bank Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pasuruan, LPBI NU, KOMPPAK (Komunitas Pengusaha Perempuan Aktif dan Kreatif) Kabupaten Pasuruan), PMI, Lazisnu, Baznas dan lainnya.
Seluruh bantuan tersebut akan disimpan dan segera disalurkan kepada warga terdampak banjir maupun bencana alam lainnya.
"Sementara untuk hari ini, stok bantuan di Posko lumayan banyak. Kami simpan dan pastikan semuanya akan kami salurkan kepada warga terdampak banjir dan bencana lainnya" jelasnya.
Dijelaskan Sugeng, Posko Terpadu dibuka mulai hari sabtu (7/12/2024) kemarin. Operasionalnya 24 jam dengan diisi oleh puluhan petugas dari BPBD, LPBI NU, Relawan Mapalupas dan Tagana (Taruna Siaga Bencana).
"Kita buka 24 jam selama bemcana terjadi. Petugas kita kerahkan untuk kelancaran distribusi bantuan yang diberangkatkan dari Posko Terpadu ini," ucapnya. (emil)
Komentar