Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Mengintip Geliat Usaha Kaligrafi Warga Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan

Gambar berita
08 Agustus 2018 (17:36)
Ekonomi
4357x Dilihat
0 Komentar
admin

Pasuruan dikenal sebagai daerah santri yang penuh dengan geliat perekonomian yang menjanjikan. Salah satunya adalah seni Kaligrafi yang ternyata banyak digeluti oleh para pemuda di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Meskipun belum sebesar Semarang atau Jepara, akan tetapi bisnis kaligrafi ternyata banyak sekali mendatangkan keuntungan plus memberdayakan warga sekitar yang pengangguran.

Salah satunya adalah Fatkhurroji (36), warga Dusun Kili Timur, Desa Wonosari yang menggeluti bisnis kaligrafi sejak tahun 2011 lalu. Berbeda dengan kaligrafi yang ada di Jepara atau di Demak, Roji membuat kaligrafi sablon, sehingga bisa membuat dengan jumlah hingga ratusan buah kaligrafi.

“Kalau kaligrafi dari kuningan lama karena harus detail, sedangkan kalau yang pesan banyak pasti kewalahan. Maka dari itu, saya pilih kaligrafi sablon,” kata Roji saat ditemui di tempat usaha plus tempat tinggalnya, Rabu (08/08/2018).

Setiap harinya, Roji dengan dibantu 4 orang karyawannya bisa membuat kaligrafi antara 50-70 buah dengan ukuran yang bervariasi, yakni 38 X 90 cm, 45 X 60 cm atau 80 X 100 cm. Dari semua ukuran tersebut, harganya pun pasti berbeda. Contohnya saja untuk kaligrafi berukuran 38 X 90 dijual kepada sales dengan harga Rp 45 ribu. Kata Roji, seluruh kaligrafi buatannya rata-rata dijual melalui sales yang akan membawa barang dagangannya ke hampir semua daerah di Jawa, plus beberapa pesanan dari Kalimantan dan Sulawesi.

“Kita punya 20 orang sales yang selalu mengambil barang dagangan kami untuk kemudian dijual ke Kudus, Madiun, Demak, Surabaya, Malang dan ada yang sampai ke Balikpapan dan Samarinda,” ungkapnya.

Ditambahkan Roji, kaligrafi buatannya paling banyak bertuliskan Ayat Kursi, Asmaul Khusna, Surat Yasin, dan Al Waqiah. Untuk membuat satu kaligrafi, seluruh proses memakan waktu tiga jam, mulai dari menyablon, mengecat, merantep (member pigura), menjemur hingga memasang kaca pada kaligrafi tersebut.

“Prosesnya gampang, bahan kayu pinus untuk pigura juga dari daerah sekitar, atau kalau tidak ada, kita beli di Mojokerto,” singkat Roji sembari ikut mengecat kaligrafi buatannya.

Sementara itu, saat ditanya perihal keuntungan yang didapat dari usaha kaligrafi, Roji mengaku bahwa dalam waktu sebulan, dirinya bisa mendapat laba bersih hingga Rp 10 juta. Profit tersebut dipergunakan untuk memperluas usahanya serta sebagian ditabung.

“Pokoknya bersyukur, karena bisa untuk mengembangkan usaha ini mas. Pengennya nyari karyawan yang bisa membuat kaligrafi dari kuningan, tapi masih susah,” pungkas dia. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...