Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Gambar berita
26 Januari 2026 (18:53)
Ekonomi
771x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semakin baik. 

Soal bisnis apa, banyak yang memulainya karena suka.

Di Kecamatan Pandaan, khususnya di Desa Sumbergedang, ada sebuah rumah yang disulap menjadi tempat produksi boneka. Di sini, puluhan item boneka dibuat, mulai dari ukuran paling kecil hingga setinggi orang dewasa

Dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas, terciptalah boneka-boneka yang tidak hanya membikin gemas, tapi bisa jadi koleksi yang akan terus ada sampai waktu yang lama

Wijayanti Khusnia, salah seorang Pengusaha boneka mengaku sudah memulai bisnisnya sejak 10 tahun lalu. Berawal dari cintanya sang ibu akan boneka, yang kemudian diwujudkan dengan membuat boneka.

“Karena dari dulu suka dengan boneka, apalagi ibu saya. Akhirnya memberanikan diri untuk membuat boneka sendiri dan niatan dijual,” kata Khusnia di sela-sela kesibukannya, Minggu (25/1/2026).

Tak semudah seperti sekarang, bisnis boneka yang digeluti Khusnia tak langsung mulus jalannya. Terlebih ketika Pandemi Covid-19, usahanya mengalami drop finance.

“Pas Pandemi itu yang bikin usaha langsung drop, karena gak bisa ngirim boneka ke mana-mana,” imbuhnya. 

Saat ini, boneka yang diproduksi Khusnia mencapai lebih dari 30 item. Mulai dari ukuran paling kecil ukuran S sampai ukuran Giant setinggi 1,5 meter.

Dari seluruh item tersebut, jenis boneka yang paling banyak dicari konsumen adalah jenis bear atau berbentuk beruang. Sedangkan lainnya tergantung dari pemesanan yang sedang viral.

“Kalau lagi viral, contohnya Boba, Labubu ya pesannya banyak tapi kala-kala. Tapi kalau viralnya hilang ya gak laku. Nah kalau bear dan kucing, laku terus,” terangnya.

Soal harga, boneka-boneka koleksinya dibandrol mulai harga termurah  10 ribu sampai termahal 350 ribu. Penjualannya pun meladeni pasar lokal sampai ke berbagai wilayah di Jawa Timur. 

“Kita kirim mulai dari Pasuruan sampai terjauh di Banyuwangi,” ucapnya. 

Yang jelas, bagi Khusnia, boneka bukan sekedar mainan belaka, tapi menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. 

“Pilihan usaha yang produk-produknya beragam dan mengikuti zaman. Boneka ini sifatnya timeless, mau kapanpun tetap ada,” tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Serahkan Salinan Penetapan Pengangkatan Wali 22 Anak Yayasan Metal Muslim Al Hidayah

Sebanyak 22 anak binaan Yayasan Metal Muslim Al Hidayah di Rejoso, Kabupaten Pas...

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...