Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Angka Prevalensi Turun, Pemkab Pasuruan Tetap Optimalkan Percepatan Penurunan Stunting

Gambar berita
09 Agustus 2023 (13:29)
Pelayanan Publik
2403x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Sekalipun angka prevalensi stunting sudah turun, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap intens melakukan berbagai upaya percepatan penurunannya. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron setelah hadir dalam agenda Paparan dan Pendalaman Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi yang dilakukan secara zoom meeting di Command Center Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Gus Mujib demikian biasanya Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut disapa menjabarkan perihal tantangan apa saja yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Tidak hanya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam tim Satgas Stunting terkait saja. Melainkan juga seluruh stakeholders yang terlibat di dalamnya. Terutama Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas melakukan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting.     

"Semua Perangkat Daerah, ada 10 OPD bahkan ditambah Kakanmenag, Polres dan lainnya, kami minta komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Alhamdulillah kita sudah turun satu digit dan itu kita masih di bawah Jawa Timur. Jawa Timur 21,5 persen, Pemkab Pasuruan 20,5 persen," kata Wakil Bupati pada hari Rabu (9/8/2023).

Di sisi lain, Wakil Bupati menyatakan bahwa capaian penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Daerah. Targetnya tidak lain agar dapat mencapai prevalensi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

"Saya harapkan, kita semuanya terus bekerjasama dan berkolaborasi. Baik DP3AP2KB, Dinas Kesehatan sebagai supporting-nya atau DPMD. Kami juga berharap, bagaimana OPD terkait lainnya mendukung dalam hal penganggaran untuk penanganan stunting. Bisa juga dari Pemerintah Desa dan Kelurahan," tandasnya.

Di sisi lain, hal penting lainnya yang juga wajib dilakukan secara kolektif adalah berkomunikasi dan berjejaring melibatkan banyak pihak. Tidak terkecuali memperluas kerjasama dengan pihak swasta, akademisi dan media massa.

"Dari TPK maupun Satgas Stunting harus terus kolaborasi dan melibatkan kunci-kunci masyarakat dalam melakukan edukasi melalui sosialisasi. Misalnya, Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, ormas (Muslimat, Fatayat dan lainnya). Terlebih Ketua TP PKK Desa sebagai fasilitator dan mediator yang harus selalu selaras dengan Kepala Desanya. Juga dalam hal dukungan anggaran kegiatan," pinta Wakil Bupati. (Eka Maria)

   


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...

Article Image
Bosai Mineral Group dan SIER Lakukan Kunjungan Tindak Lanjut ke Bupati Pasuruan, Komitmen Investasi Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan tindak lanjut dari PT. Bosai Mi...

Article Image
Atasi Masalah Sampah, Pemkab Pasuruan Gandeng PT. RWM Terapkan Teknologi RDF

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan...