Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Angka Prevalensi Turun, Pemkab Pasuruan Tetap Optimalkan Percepatan Penurunan Stunting

Gambar berita
09 Agustus 2023 (13:29)
Pelayanan Publik
2356x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Sekalipun angka prevalensi stunting sudah turun, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap intens melakukan berbagai upaya percepatan penurunannya. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron setelah hadir dalam agenda Paparan dan Pendalaman Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi yang dilakukan secara zoom meeting di Command Center Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Gus Mujib demikian biasanya Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut disapa menjabarkan perihal tantangan apa saja yang harus dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Tidak hanya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam tim Satgas Stunting terkait saja. Melainkan juga seluruh stakeholders yang terlibat di dalamnya. Terutama Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas melakukan pendampingan terhadap keluarga beresiko stunting.     

"Semua Perangkat Daerah, ada 10 OPD bahkan ditambah Kakanmenag, Polres dan lainnya, kami minta komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting. Alhamdulillah kita sudah turun satu digit dan itu kita masih di bawah Jawa Timur. Jawa Timur 21,5 persen, Pemkab Pasuruan 20,5 persen," kata Wakil Bupati pada hari Rabu (9/8/2023).

Di sisi lain, Wakil Bupati menyatakan bahwa capaian penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Daerah. Targetnya tidak lain agar dapat mencapai prevalensi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

"Saya harapkan, kita semuanya terus bekerjasama dan berkolaborasi. Baik DP3AP2KB, Dinas Kesehatan sebagai supporting-nya atau DPMD. Kami juga berharap, bagaimana OPD terkait lainnya mendukung dalam hal penganggaran untuk penanganan stunting. Bisa juga dari Pemerintah Desa dan Kelurahan," tandasnya.

Di sisi lain, hal penting lainnya yang juga wajib dilakukan secara kolektif adalah berkomunikasi dan berjejaring melibatkan banyak pihak. Tidak terkecuali memperluas kerjasama dengan pihak swasta, akademisi dan media massa.

"Dari TPK maupun Satgas Stunting harus terus kolaborasi dan melibatkan kunci-kunci masyarakat dalam melakukan edukasi melalui sosialisasi. Misalnya, Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa, ormas (Muslimat, Fatayat dan lainnya). Terlebih Ketua TP PKK Desa sebagai fasilitator dan mediator yang harus selalu selaras dengan Kepala Desanya. Juga dalam hal dukungan anggaran kegiatan," pinta Wakil Bupati. (Eka Maria)

   


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...

Article Image
Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke 127. Pangdam V Brawijaya : Terima Kasih Pemkab Pasuruan dan Seluruh Prajurit

TNI Manunggal Membangun Desa ke 127 di Kabupaten Pasuruan tahun 2026, dinyatakan...

Article Image
Mensos Gus Ipul Siap Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim jadi Anggota KDMP

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menyatakan siap mendorong 5 juta Keluarga Pen...

Article Image
Program Stimulus 1% Pembayaran PBB P2 di Kabupaten Pasuruan, Direspon Positif Wajib Pajak

Pemkab Pasuruan memberikan insentif fiskal atau stimulus potongan 1% kepada waji...