Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Menurun, Optimis Tangkapan Ikan di Perairan Darat Akan Tercapai Saat Hujan Tiba

Gambar berita
25 Agustus 2018 (11:25)
Ekonomi
3106x Dilihat
0 Komentar
admin

Keringnya waduk atau embung ditambah menurunnya air di sungai, membuat hasil tangkapan ikan perairan darat di Kabupaten Pasuruan tahun ini mengalami penurunan.

Dari catatan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, pada triwulan lalu, tangkapan ikan di perairan darat mencapai 141,1 ton. Namun sejak masuk ke musim kemarau, hasil tangkapan perlahan mulai menurun. Seperti pada bulan April lalu, hasil tangkapan ikan mencapai 47 ton, akan tetapi pada sebulan berikutnya justru merosot tajam hingga 37,7 ton.

Alamsyah Suprijadi, Kabid Kenelayanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, penurunan masih terjadi pada Juni dan Juli 2018, meskipun pihaknya masih merekap jumlah hasil tangkapan tersebut.

“Kalau total tangkapan ikan di perairan darat hingga bulan mei hanya mencapai 225,8 ton. Kita hanya melakukan penghitungan saja, karena perairan darat itu memang kebanyakan dari debit airnya. Kalau pas musim penghujan, volume air meningkat sehingga ikan juga banyak yang berkembang biak,” kata Alamsyah saat dihubungi via telepon, Sabtu (25/08/2018).

Ditambahkannya, masuknya musim kemarau membawa pengaruh pada hasil tangkapan ikan di darat. Bahkan membuat  keadaan waduk atau embung-embung di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, mengering.

“Sedangkan sungai kondisi airnya juga menurun. Sehingga banyak masyarakat atau nelayan yang tidak memancing dan mengakibatkan jumlah penangkapan turun,”jelasnya.

Alamsyah optimis, tingginya produksi ikan diperkirakan akan kembali tinggi menjelang musim hujan pada bulan September hingga akhir tahun mendatang. Targetnya tahun ini hasil tangkapan di darat bisa lebih besar dari tahun 2017 lalu sebesar 304,6 ton.

“Potensi ikan di perairan darat sebenarnya juga tinggi. Selain nelayan, banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk memancing. Tapi karena waduk dan sungai banyak yang mongering, jadi berpengaruh. Tapi ketika hujan tiba, kami optimis target hasil tangkapan ikan bisa kita capai,” beber Alamsyah kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, saat ditanya tempat paling banyak dimanfaatkan sebagai penghasil tangkapan ikan darat, Alamsyah menegaskan bahwa Danau Ranu Grati masih menyumbang prosentasi tertinggi untuk 40 persen tangkapan di darat.

“Selain Ranu Grati, ada juga Bendungan di Purwosari, waduk Purwodadi dan waduk Kejayan. Termasuk sungai-sungai di sepanjang Bangil, Beji sampai Rejoso. Biasanya nelayan ada memanfaatkan perahu, jala bahkan juga menggunakan pancing biasa,” tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...