Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Pangsa Pasar Bagus, Pemkab Pasuruan Intens Populerkan Branding Duku Rejoso Ke Khalayak

Gambar berita
25 April 2024 (15:53)
Ekonomi
2005x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Meskipun dari segi pangsa pasar cukup bagus dan banyak digemari para pecinta buah yang harus rela antri untuk membelinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan tetap intens mempromosikan Duku Rejoso. Diantaranya dilakukan dengan mempopulerkannya melalui beragam publikasi di media online, baik yang diunggah di website maupun membagikan beragam konten di beberapa media sosial.  

Kata Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, upaya branding buah bercitarasa manis segar tersebut terus dioptimalkan. Menjadikannya sebagai buah lokal unggulan kebanggaan Kabupaten Pasuruan dengan keotentikan rasa manis yang tidak dijumpai pada buah Duku dari daerah lainnya adalah tujuannya.

"Pemkab Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus memperkenalkan potensi Duku Rejoso agar lebih dikenal masyarakat. Termasuk juga melibatkan Pak Camat Rejoso dalam menginisiasi Desa-desa lainnya supaya warganya mau mengembangkan budidaya Duku. Sehingga lebih banyak lagi yang akan menanamnya," ujarnya disela-sela kunjungannya di areal kebun Duku milik salah satu warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Rejoso pada hari Kamis (25/4/2024) siang. 

Ditambahkannya, tingginya permintaan Duku "Repas", akronim dari "Rejoso Pasuruan" tersebut masih tidak diimbangi dengan tingkat produktivitas buah yang dihasilkan di seluruh kebun yang tersebar di beberapa Desa di Kecamatan Rejoso. Praktis, banyak calon pembeli yang harus rela mengantri untuk mendapatkannya. Kondisi itu juga yang kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan persuasi terhadap warga di daerah penghasil Duku agar tertarik untuk ikut menanamnya.

Didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lilik Widji Asri, Camat Rejoso Alfian Fakhrudin Kurdiamsyah dan Perangkat Desa Pandanrejo, Plh. Bupati Pasuruan berkesempatan berinteraksi dengan beberapa petani Duku yang sedang mengunduh hasil panennya. Mencari tahu kendala yang dihadapi dalam membudidayakan buah eksotik kaya vitamin C tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan menanam bibit buah Duku di sekitar pohon produktif, bantuan dari PT Cheil Jedang Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility-nya.

"Potensi Duku Rejoso yang rasanya manis, berbiji kecil dan berdaging tebal ini luar biasa. Karena itu harus terus kita kembangkan bersama-sama. Selain melakukan sosialisasi ke warga supaya tertarik membudidayakannya untuk memenuhi tingginya permintaan buah Duku dari para konsumen, Pemkab Pasuruan juga bekerjasama dengan perusahaan di area Rejoso. Diantaranya dirupakan dalam bentuk pembelian bibit tanaman Duku yang sekarang ini kita tanam di kebun," ujarnya dengan bersemangat.

Sementara itu dalam perbincangan yang dilakukan di kebun Desa Pandanrejo, salah satu petani Duku, Kasan menceritakan beberapa problemnya selama mengembangkan Duku "Repas". Diantaranya persoalan mahalnya pupuk yang ia rasakan bersama rekan-rekannya. Oleh karenanya, pria paruh baya berpembawaan jenaka tersebut berharap ada bantuan subsidi pupuk dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan atau dari perusahaan sekitar.

Diketahui, potensi buah tropis yang penampakan sekilasnya mirip dengan buah Langsep itu banyak ditanam di beberapa Desa di Kecamatan Rejoso. Seperti di Desa Pandanrejo dengan jumlah tanaman yang menghasilkan sebanyak 300 pohon dan produktivitas hasil panen antara 50-250 kg/pohon. Di Desa Kawisrejo, jumlah tanaman yang menghasilkan 63 pohon dengan produktivitas 100-200 kg/pohon.

Sedangkan di Desa Ketegan, jumlah tanaman yang menghasilkan 75 pohon dengan produktivitas 50-100 kg/pohon. Di Desa Sadengrejo, jumlah tanaman yang menghasilkan 25 pohon dengan produktivitas 100-300 kg/pohon. Tidak hanya di situ saja. Duku super manis juga dibudidayakan di Desa Rejoso Kidul dengan jumlah tanaman 53 pohon dan produktivitas 50-100 kg/pohon. (Eka Maria)  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Apresiasi BPK dan DPR RI Ajak Kepala Desa Pahami Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat...

Article Image
Efisiensi Penyerapan DBHCHT, Mas Rusdi Minta Alokasi 2026 Harus Banyak Inovasi Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Dana Bagi Has...

Article Image
Kumpulkan Kepala Pasar. Mas Rusdi Tegaskan Aset Daerah yang dikelola Oknum Tak Bertanggung Jawab Harus Ditertibkan

Pasar sebagai cerminan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, harus dija...

Article Image
Serahkan SK Tugas Tambahan Kepala Puskesmas. Bupati Rusdi : Kepala Puskesmas Itu Harus Aware, Pintar Manajerial dan Berdedikasi Tinggi

Sebanyak 32 dokter di Kabupaten Pasuruan menerima SK Tugas Tambahan Kepala Puske...

Article Image
Serahkan SK Kepala Puskesmas, Bupati Rusdi Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Prima

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuru...