Di awal tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Capaian prestasi yang diperoleh hari ini, Kamis (11/1/2024) yakni penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja.
Piagam beserta plakat penghargaan diserahterimakan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto pada saat Apel Menyongsong Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2024. Di waktu yang sama, pria berkacamata yang juga merupakan tenaga pendidik di Sekolah Pascasrjana Universitas Airlangga tersebut juga mendapatkan penghargaan Terbaik III sebagai Bupati/ Walikota Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2024.
Kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan, Pj. Bupati Andriyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas diraihnya penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) SMK3 serta Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja. Seraya menyampaikan harapan terbesarnya yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pasuruan agar senantiasa membudayakan K3.
"Alhamdulillah Pemkab Pasuruan mendapatkan Predikat Terbaik ke-3 setelah Surabaya dan Gresik. Tentunya, hikmahnya kita budayakan terus K3 ini. Kita sehatkan para pekerja. Tentunya terus ada keberlangsungan usaha yang optimal. Ini menjadi menarik ketika saat ini dimunculkan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS Tahun 2024. Artinya, potensi dengan kita mendapatkan penghargaan maka harus melakukan inovasi-inovasi yang nanti larinya ke arah pencegahan HIV/AIDS," jelasnya.
Ditambahkannya, penerapan K3 harus dimasifkan dan disosialisasikan secara terus-menerus kepada pelaku dunia usaha. Menempatkannya sebagai sesuatu yang sangat penting untuk diaplikasikan secara kolektif. Bukan hanya keberlangsungan usaha dan keuntungan semata. Tetapi bagaimana menciptakan ekosistem bekerja yang aman, nyaman dan sehat.
Ditambahkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Mokhammad Nur Kholis, raihan prestasi tersebut sebagai pembuktian keberhasilan Pemerintah Daerah dalam membina perusahaan. Bahwa K3 sudah menjadi kebutuhan. Tidak lagi sekedar kewajiban. Sehingga ada kemandirian yang dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan K3.
"Ke depannya, tentunya Disnaker akan melakukan evaluasi untuk kategori yang lain. Diantaranya, Lembaga Kerjasama (LKS) Bipartit," tandasnya pada saat dihubungi via seluler.
Sementara itu, di hadapan peserta apel, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak pelaku sektor dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (Dudika) agar membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuannya tidak lain untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan produktivitas. Hal itu selaras dengan tema peringatan Bulan K3 Tahun 2024 yakni "Budayakan K3, Sehat dan Selamat Dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha".
"Kita ingin agar K3 melekat pada setiap individu yang berperan serta di perusahaan. Jika K3 dijalankan dengan baik, maka akan sejalan dengan peningkatan produktivitas kerja," ucap Gubernur Khofifah dalam amanatnya.
Pantauan di lokasi acara, seremonial dalam rangka menyongsong Bulan K3 Nasional yang digelar di PT Ajinomoto Indonesia, Mojokerto tersebut disisipi dengan kegiatan beragam. Mulai dari Simulasi K3 Penanggulangan Kebakaran hingga gelaran Pameran K3. Turut meramaikan, Departemen Teknik dan Sistem Industri ITS Surabaya, Envilab PJK3 Riksa Uji Lingkungan Kerja dan Asosiasi PJK3 Pembinaan. (Eka Maria)
Komentar