Untuk
memastikan penyerapan gabah optimal dan jaga stabilitas harga gabah, Pemerintah
Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penggilingan Padi.
Dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan
pada hari Jumat (11/4/2025), kegiatan dibuka oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.
Hadir
dalam kegiatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Lilik Widji Asri dan
Pemimpin Cabang Perum Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman. Turut mendampingi,
Plt. Asisten Perekonomian Pembangunan, Bakti Jati Permana.
Rakor
diikuti oleh Kodim 0819 Pasuruan, Kepala UPT Penyuluh Pertanian, Penggilingan
Padi dan Tani Merdeka Kabupaten Pasuruan. Tidak terkecuali dihadiri oleh
beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti Badan
Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Satpol PP dan Bagian Perekonomian.
Dalam
arahannya, Mas Rusdi sapaan akrab Bupati Pasuruan menyampaikan, Pemerintah
Daerah berkomitmen mendukung program swasembada pangan yang saat ini digencarkan
Pemerintah Pusat. Dengan target penyerapan beras skala nasional sebanyak 3 juta
ton di berbagai wilayah Indonesia, Kabupaten Pasuruan ditargetkan 4.000 ton.
"Saya
berharap, Rakor hari ini bisa menghasilkan inovasi dan motivasi dalam
mengoptimalkan peningkatan pembangunan pertanian. Mari bersama-sama berupaya
untuk meningkatkan kinerja pembangunan pertanian. Sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan petani dan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Pasuruan," pintanya.
Lebih lanjut, Kepala Daerah mengajak petani agar terus meningkatkan produktivitasnya. Meningkatkan hasil panen Padi di setiap lahan pertanian yang dikelolanya adalah tujuan utamanya.
"Di
sini kita mencari solusi. Bagaimana swasembada pangan terutama swasembada beras
tahun ini bisa tercapai. Jadi para petani harus lebih produktif lagi," ujarnya.
Di sisi lain, Mas Bupati Rusdi meminta kepada Bulog agar senantiasa bersinergi bersama Pemerintah Daerah dan petani. Bersama-sama mewujudkan swasembada beras di Kabupaten Pasuruan.
"Bulog juga harus bisa mensukseskan program presiden. Pertama dengan melakukan diferensiasi melalui para pemilik penggilingan Padi dan petani. Bagi yang belum punya ijin kami permudah proses perijinannya. Sedangkan yang sudah punya ijin, akan kami prioritaskan jika ada program kegiatan dari Pemerintah," jelasnya. (Eka Maria)
Komentar