Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemeriksaan 2818 Hewan Qurban, Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Temukan 36 Kasus Cacing Hati

Gambar berita
23 Juli 2021 (13:52)
Pelayanan Publik
3462x Dilihat
0 Komentar
admin

Selama pemeriksaan antemorthem dan post morthem, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan menemukan puluhan hewan qurban yang terkena cacing hati.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan,  Diana Lukita Rahayu mengatakan, total ada 36 hewan qurban yang terkena cacing hati. Dengan rincian 18 ekor sapi, 8 ekor kambing dan 10 ekor domba.

Hanya saja, meski ditemukan adanya cacing pada hewan tersebut, tapi untuk daging yang disembelih hingga dibagikan, aman untuk dikonsumsi. Sedangkan organ inti yang ditemukan ada cacing nya langsung diafkir.

"Hanya hati nya saja yang tidak boleh dikonsumsi. Tapi kalau dagingnya masih aman dan layak dikonsumsi, karena terlihat segar, warna dan bau nya yang segar khas sapi," kata Diana, di sela-sela kesibukannya, Jumat (23/07/2021) siang.

Dijelaskannya, selama pemeriksaan antemorthem dan post morthem, total ada 125 orang petugas yang dikerahkan. Mereka terdiri dari 13 dokter hewan, 32 paramedik, 6 petugas RPH (rumah pemotongan hewan), 5 pegawai Dinas Peternakan,  serta 55 petugas lapangan dan perbantuan lainnya.

Kata Diana, mereka berkeliling memeriksa 2818 ekor hewan qurban di 2170 lokasi penjualan hewan qurban dan 1676 titik pemotongan di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Khusus untuk ditemukannya cacing hati adalah pada saat pemeriksaan bagian organ dalam.

Dua organ dalam yang diperiksa yaitu bagian hati dan limpa. Beberapa sampel tersebut kemudian dipotong untuk memastikan adanya penyakit dari organ dalam itu. Setelah dipotong ditemukan sejumlah cacing bersarang dan membuat rongga di bagian dalam hati.

Atas temuan tersebut, petugas kemudian menyarankan kepada panitia kurban untuk membuang bagian hati atau limpa yang terkontaminasi tersebut.

"Kami langsung menyarankan agar hati dimusnahkan karena kandungan nutrisi sudah tidak ada, dan tidak layak konsumsi," tegasnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Buka Musrenbang RKPD 2027. Mas Rusdi Beri Penghargaan Kecamatan dan OPD Penyelenggara Terbaik dan Terunik

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musr...

Article Image
Para Pemudik Silahkan Mampir di 7 Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Polres Pasuruan

Untuk melayani para pemudik selama Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan...

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...