Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajak dunia usaha dan dunia industri serta stake holder terkait, untuk bersama-sama mencegah sekaligus menurunkan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Program tersebut disosialisasikan di hadapan puluhan perusahaan yang hadir dalam Workshop Program Genting di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (30/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina mengatakan total ada 23 perusahaan yang diundang untuk bisa berpartisipasi dalam membantu penanganan stunting di Kabupaten Pasuruan. Sebab percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga filantropi, hingga masyarakat.
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang berisiko stunting,” jelasnya
Ditanya soal kasus stunting di Kabupaten Pasuruan, Arma menjelaskan ada 26 persen dari total batita/balita di Kabupaten Pasuruan yang tengah dalam kondisi stunting. Dengan fakta ini, diperlukan banyak kolaborasi antar stake holder maupun seluruh lapisan masyarakat agar kasusnya bisa semakin ditekan.
"Harapan kami, dengan pertemuan ini, semua yang diundang dari para pengusaha dan masyarakat lainnya lebih peduli dan mau menjadi orang tua asuh demi mencegah dan menekan angka stunting di Kabupaten Pasuruan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin menjelaskan GENTING merupakan gerakan nyata yang tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga melibatkan aksi langsung dari masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa mencegah stunting adalah tanggung jawab bersama. Melalui GENTING, kita ajak warga untuk menjadi bagian dari solusi," jelasnya.
Di Jawa Timur, kasus stunting sudah berhasil diturunkan sampai menyisikan 14,7% dari total batita/balita di Jawa Timur. Oleh sebab itu, ia berharap kepada Pemkab Pasuruan dan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menjadi orang tua asuh. Yakni dengan membagikan sebagian kecil dari rezekinya untuk membantu keluarga beresiko stunting, khususnya dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita/batita beresiko stunting.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi rumah layak huni, jambanisasi, pengadaan air bersih, edukasi, nutrisi dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
"Perlu gerakan gotong royong dari BUMN, BUMD, Pengusaha, LSM, ormas, media sampai masyarakat perseoprangan untuk menjadi orang tua asuh. Karena stunting itu bukan hanya tentang asupan gizi, tapi faktor lingkungan dan sanitasinya juga sangat menentukan," tegasnya. (emil)
Komentar