Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Mulai Dropping Air Bersih ke Desa Alami Kekeringan

Gambar berita
27 September 2022 (14:23)
Lingkungan
3499x Dilihat
0 Komentar
admin

Dua desa di Kabupaten Pasuruan mulai mengalami kekeringan.

Kedua desa tersebut adalah Desa Sibon dan Mangguan di Kecamatan Pasrepan yang sangat memerlukan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masing-masing kepala desa yang meminta distribusi air bersih segera dilakukan.

Atas laporan tersebut, dua tangki air berisikan masing-masing 5000 liter langsung didrop menuju desa kekeringan itu.

"Kami menerima laporan permintaan air bersih segera dikirim ke Desa Mangguan dan Sibon. Ya langsung kami kirim seketika. Masing-masing 5000 liter," kata Harris saat dihubungi via telepon, Selasa (27/09/2022) pagi.

Dijelaskannya, dua desa yang mengalami kekeringan termasuk wilayah yang masuk kategori desa rawan kekeringan. Sedangkan 3 kecamatan yang paling terdampak bencana kekeringan dan setiap tahun selalu mengalaminya, yakni Kecamatan Lumbang, Pasrepan dan Winongan. Sehingga dropping air bersih masih menjadi prioritas utama di musim kemarau ini.

"Kalau paling banyak desa kekeringan ya di Pasrepan, Lumbang dan Winongan. Sehingga bisa dibilang langsung jadi prioritas utama penanganan," jelasnya.

Selama pengiriman air bersih, petugas langsung menempatkan air bersih 5000 liter tersebut ke dalam tandon induk yang dijaga oleh masyarakat. Ditegaskan Harris, tandon tersebut biasanya berada di pinggir jalan raya dan mudah diakses kendaraan maupun warga yang sangat membutuhkan bantuan itu.

"Biasanya dipusatkan di tandon-tandon masyarakat atau tandon induk yang diisikan oleh kita dan dimanfaatkan di masyarakat," singkatnya.

Lebih lanjut Harris menegaskan bahwa distribusi air bersih pada dua desa tersebut akan terus dilakukan setiap harinya. Hanya saja, jikalau ada anomali cuaca, maka warga atau kepala desa bisa mengawasinya kemudian apabila membutuhkan pengiriman air bersih, maka bisa langsung berkoordinasi dengan BPBD.

"Ada beberapa wilayah yang ada anomali. Misalkan tiba-tiba hujan turun deras, maka sumber-sumber air yang tadinya sudah kering jadi muncul airnya. Inilah yang dinamakan anomali." tegasnya.

Dengan mulai terjadinya kekeringan di dua desa, Harris menghimbau masyarakat agar tetap waspada. Apabila sangat memerlukan bantuan, maka bisa langsung menghubungi kepala desa atau aparat lain di masing-masing warga.

"Kalau ingin lapor ya lapor saja biar cepat kami tangani. Kalau ingin dropping air bersih, maka langsung kam berikan," tutupnya. (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Mas Rusdi Pimpin Upacara Hardiknas 2026

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melaksanaka...

Article Image
May Day 2026. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tuntutan Buruh Langsung Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Ada yang berbeda dari peringatan May Day alias Hari Buruh Internasional tahun 20...

Article Image
Mas Rusdi Apresiasi BPK dan DPR RI Ajak Kepala Desa Pahami Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat...

Article Image
Efisiensi Penyerapan DBHCHT, Mas Rusdi Minta Alokasi 2026 Harus Banyak Inovasi Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Dana Bagi Has...

Article Image
Kumpulkan Kepala Pasar. Mas Rusdi Tegaskan Aset Daerah yang dikelola Oknum Tak Bertanggung Jawab Harus Ditertibkan

Pasar sebagai cerminan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, harus dija...