Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

PEMKAB PASURUAN SEGERA PERBAIKI FASILITAS UMUM YANG RUSAK AKIBAT TERJANGAN BANJIR

Gambar berita
12 Januari 2017 (14:21)
Umum
6230x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meyebutkan, setidaknya ada sekitar 8000 rumah di Kabupaten Pasuruan yang terendam banjir mulai Rabu (11/01) malam.

Bhakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan menjelaskan, 8000 rumah tersebut tersebar di 8 kecamatan, yakni Kraton, Bangil, Beji, Pohjentrek, Grati, winongan, Rejoso dan Pandaan. Dari 8 wilayah tersebut, yang paling terdampak paling banyak adalah Kecamatan Bangil, dimana sebanyak 3373 rumah di 5 desa yang terendam, diantaranya Desa Masangan, Manaruwi, Tambakan, Kalirejo dan Kalianyar.

“Selain Bangil, dampak banjir paling besar juga melanda warga Grati, yakni 1000 rumah di Kedawung Kulon dan sekitar 700 rumah d Kedawung Wetan. Banjir kali ini memang sangat besar, karena ketika intensitas hujan sangat tinggi, air laut tengah pasang sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar,” kata Bhakti di sela-sela memantau banjir di Kraton, Kamis (12/01).

Tak hanya merendam pemukiman penduduk, banjir kali ini juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, diantaranya sisi jembatan alias oprit jembatan sedodol di Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton yang jebol karena tergerus air. Akibatnya, jembatan yang diresmikan oleh Bupati Pasuruan pada tahun 2015 lalu terpaksa ditutup, lantaran menghindari kejadian yang tidak diinginkan bersama.

“Mulai tadi malam PU Bina Marga sudah melihat jembatan ini, dan memutuskan untuk sementara ditutup karena mengantisipasi jembatan akan ambles kalau terus dilewati kendaraan, khususnya kendaraan besar seperti truk dan sejenisnya,” imbuhnya.

Senada dengan Bhakti, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto menegaskan bahwa ditutupnya akses lalu lintas menuju jembatan sedodol, semata-mata demi keselamatan pengguna jembatan tersebut.

“Sementara kita tutup jembatan ini sampai kita menunggu perbaikan. Untuk pertanda, kita tutup lubang tersebut dengan ranting bambu, supaya masyarakat juga mengetahui,” tandasnya.

Sementara jembatan sedodol yang rusak akibat banjir, fasilitas lain seperti paving dan aspal di Pandaan juga mengalami kerusakan cukup berat, berikut salah satu SD di Pandaan, rumah di Grati, tanggul di Grati yang jebol, hingga puluhan tambak di Bangil. Kata Bhakti, tingkat kerusakan akan dihitung, untuk selanjutnya didata berapa kerugian material yang diakibatkan dari banjir kali ini.

“Kita masih mendata, jadi belum tahu totalnya berapa. Tapi kalau anggaran untuk kebencanaan untuk kali ini masih ada dan kita ambil dari tahun 2016 yang masih menyisakan Rp 3 Milyar,” jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...