Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

PEMKAB PASURUAN TERUS KAJI AKTIFITAS PENAMBANGAN DI GRATI

Gambar berita
03 Januari 2017 (19:44)
Umum
9639x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan prihatin dengan nasib yang menimpa Bahrul Ulum (9) dan Ahmad Priyo Santoso (9), bocah asal Lingkungan Krikilan, Kelurahan Gratutunon, Kecamatan Grati yang meninggal usai tenggelam di kubangan area pertambangan pasir galian C Grati.

Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, sehari setelah kejadian, pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait seperti Satpol PP, Badan Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal (BP3M), Badan Lingkungan Hidup (BLH) . Tujuannya tak lain untuk mengkaji permasalahan yang terjadi maupun langkah-langkah yang akan dilakukan pasca kejadian yang terjadi pada awal tahun baru 2017 lalu.

“Kita mengaku prihatin dengan kejadian yang telah menewaskan dua bocah yang masih kecil. Untuk itu, agar kejadian ini tidak berulang lagi, maka Pemkab Pasuruan bersama kepolisian sepakat untuk menutup area pertambangan sementara,” kata Anang saat dihubungi via telepon, Selasa (03/01).

Tak hanya melalukan rapat saja, Pemkab Pasuruan juga turun lapangan dengan mengecek langsung lokasi kejadian. Selain dirinya, Anang juga mengecek lokasi bersama Kepala BLH, Muhaimin, Kepala Satpol PP, Yudha Triwidya Sasangka, dan Sunarto, Kepala BP3M. Pasca pengecekan, Pemkab Pasuruan juga akan berkoordinasi dengan Propinsi, lantaran perijinan pertambangan sudah diambil alih propinsi.

“Kecuali untuk perda lingkungan juga akan kita kaji. Setelah selesai, baru akan kita tentukan langkah apa yang akan kita ambil,” singkatnya.

Sementara itu, Kasatpol PP, Yudha Triwidya Sasangka menjelaskan bahwa pihaknya siap untuk mengamankan apabila di kemudian hari, pertambangan tersebut harus ditutup untuk jangka waktu yang lama.

“Pokoknya kita terus akan melakukan pengkajian. Apabila dalam keputusan ternyata harus ditutup, maka kita siap mengamankan dalam hal penyiapan personel. Sementara ini kita masih belum bisa berbuat apa-apa, dikarenakan menunggu hasil kajian,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Herlina menegaskan bahwa tewasnya kedua bocah laki-laki itu murni karena kecelakaan. Meski begitu, pihaknya berencana memeriksa pengelola tambang sirtu untuk mendalami lebih jauh aktifitas penambangan di wilayah timur Kabupaten Pasuruan itu.

“Kalau memang ada yang melanggar, ya kami akan melakukan tindakan. Kita terus akan menyelidiki sampai tuntas,” tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Target Lolos Liga 2. Kepengurusan Persekabpas Resmi Diserahkan ke Bupati Rusdi Sutejo

Nasib keberlanjutan Persekabpas di masa mendatang, sepertinya berbuah angin sega...

Article Image
Tak Terpengaruh Gejolak Timur Tengah. Jumlah Pemohon Paspor di Kantor Imigrasi Pasuruan Melonjak

Sebulan sejak diresmikan, jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non...

Article Image
Safari Ramadhan Pemkab Pasuruan, Bupati Rusdi Tekankan Kerja Maksimal di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Pendopo Kab...

Article Image
Tanya Jawab Seputar Puasa Meriahkan Tadarus dan Pengajian PKK Kabupaten Pasuruan

Tadarus Al Qur'an dan Pengajian yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten P...

Article Image
Cuaca Ekstrim. 18 Lokasi di 3 Kecamatan Terjadi Longsor. 3 Warga Alami Luka, 4 Kendaraan Jatuh ke Jurang

Intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang selama berjam-jam seja...