Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Penerimaan Retribusi Tempat Wisata Capai Rp 1,18 M

Gambar berita
30 Januari 2020 (17:05)
Pariwisata
2935x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun target retribusi tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan dinaikkan hingga Rp 950 juta di Perubahan APBD. Namun sampai akhir tahun 2019 lalu, realisasinya justru tetap tinggi. Yakni menembus angka Rp 1,18 Miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, Agung Mariyono melalui Sekretaris Disparbud, Gunawan Wicaksono mengatakan, penerimaan retribusi tempat wisata yang dikelola Disparbud memang cukup bagus. Bahkan sudah melebihi Rp 1 Miliar dan cukup tinggi dari target awal.

“Awal tahun 2019 kemarin, target awal kita hanya Rp 800 juta. Namun dalam evaluasi dan ada potensi peningkatkan retribusi maka kita naikkan target menjadi Rp 950 juta,” kata Gunawan saat ditemui di ruangannya, Kamis (30/01/2020).

Dijelaskan Gunawan, realisasi sebesar Rp 1,18 Miliar sepanjang tahun lalu memang cukup tinggi. Hal itu dikarenakan adanya satu tempat baru yang dikelola Pemkab Pasuruan mulai tahun 2019 lalu, yakni Tosari. Keberadaan Wisata di Tosari menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sekotor pariwisata.

“Menyumbang cukup tinggi. Bhakan lebih dari 30% ke PAD,” singkatnya.

Seperti diketahui, untuk lokasi wisata yang dikelola Disparbud hanya 3 lokasi. Diantaranya Pemandian Alam Banyu Biru, Danau Ranu Grati dan Tosari. Dari 3 lokasi tersebut kenaikan tiap tahun memang bertahap. Namun ditahun 2019 ini yang kenaikan penerimaan cukup significant.

Untuk tahun 2016 lalu dari target Rp 575 juta bisa terealisasi Rp 707 juta. Dan di tahun 2017 dari target Rp 600 juta bisa tercapai Rp 707 juta. “Sedangkan tahun 2018 dari target Rp 700 juta bisa mencapai Rp 823 juta. Dan di tahun 2019 lonjakan cukup tinggi dari target Rp 950 juta bisa tercapai Rp 1,18 juta,” terangnya.

Naiknya penerimaan retribusi wisata ini dikatakan lantaran ada titik retribusi baru di Tosari yang mulai ditarik pada pertengahan 2018 lalu. Imbasnya ikut menyumbang penerimaan hingga Rp 278,395 juta. Sedangkan tertinggi tetap Banyu Biru mencapai Rp 866,91 juta dan Danau Ranu Grati mencapai Rp 43,356 juta.

“Untuk Banyu Biru ini memang jumlah pengunjung cenderung meningkat. Selain rutin pengunjung dari wisatawan lama dan sekitar. Juga dari mulut ke mulut makin menarik karena selain wisata khas lokal. Juga rencana menjadi wisata halal menjadikan Banyu Biru makin menjadi magnet bagi wisatawan,” ujarnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...

Article Image
Mas Rusdi Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 297 pejabat di Lingkungan Pemeri...

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...