Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Penguatan Budaya Antikorupsi, Pj. Bupati Pasuruan Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi Digital Sebagai Media Pengawas Pemberantasan Korupsi

Gambar berita
21 November 2023 (16:41)
Pelayanan Publik
2733x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Untuk menguatkan budaya antikorupsi, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan teknologi digital sebagai media pengawas pemberantasan korupsi. Seruan itu disampaikannya pada saat membuka agenda Sosialisasi Anti Korupsi dalam dangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2023.

Dalam acara bersifat edukatif dan persuasif yang diikuti oleh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan beberapa stakeholders tersebut, Pj. Bupati Andriyanto menggarisbawahi beberapa poin penting. Khususnya menyasar kepada partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dalam mencegah terjadinya tindak korupsi.      

"Sebagaimana kita ketahui bersama, korupsi itu adalah kejahatan luar biasa yang harus dihadapi dengan cara yang luar biasa pula. Diantaranya dengan melibatkan masyarakat. Korupsi merupakan ancaman terhadap keberlangsungan bangsa dan negara karena merusak sendi-sendiri kehidupan," ucapnya di Hotel Ascent Primier Pasuruan pada hari Selasa (21/11/2023).  

Kata Pj. Bupati Andriyanto, pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi sebagai media pengawas pemberantasan korupsi di era disrupsi adalah keniscayaan. Media sosial dalam berbagai platform misalnya, dapat diposisikan sebagai media kontrol yang ampuh bagi masyarakat untuk turut serta dalam melakukan pengawasan.

"Termakasih kepada Inspektorat Daerah yang sudah berinovasi melalui aplikasi berbasis web "Sepakat Berintegritas". Bisa diakses oleh semua masyarakat, siap menerima pengaduan jika ada potensi kecurangan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Kabupaten Pasuruan," tuturnya.

Lebih lanjut, pencegahan tindak korupsi juga dapat dilakukan dengan membangun mindset birokrat yang berakhlak dan konsisten sebagai pelopor budaya antikorupsi di dalam pemerintahan. Dengan demikian, aspek pencegahan korupsi jauh lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran daripada tindakan yang represif.

"Upaya pemberantasan korupsi itu dapat dilakukan dengan melakukan gerakan moral. Sehingga akan menciptakan kondisi sosial yang dapat mendukung perilaku anti korupsi. Kalau kita melihat proses manajemen, itu ada input, proses output, outcome dan impact. Biasanya, korupsi ditaruh ditaruh di ranah input. Maka proses skor Monitoring Center for Prevention (MCP) yang diinisiasi oleh KPK ini sebenarnya bagaimana indikator-indikator itu bisa kita tingkatkan, sehingga tidak akan muncul korupsi," terangnya. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...