Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Pasuruan, mengikuti seminar dan pelatihan kewirausahaan, Minggu (8/2/2026) pagi.
Seminar yang digelar di Gedung Diponegoro itu bukan seminar biasa, sebab Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama
Pasuruan Creative Center (PCC) menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman, mulai dari Achmad Buzar Mahmudi, owner Teh Tawa, Novin Farid S, Communication Strategic Expert sekaligus penggagas Malang Creative Center (MCC), hingga King Abdi, chef dan konten kreator Malang-Pasuruan yang kini sukses mengembangkan berbagai bisnis di Indonesia.
Pantauan di lokasi, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Ia hadir dengan ditemani sang istri yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.
Selama lebih dari empat jam, peserta mendapat suntikan wawasan, pengalaman, serta strategi praktis mengelola usaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Dalam sambutannya, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini sangat mengapresiasi antusiasme peserta.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai agenda perdana PCC yang tujuannya sangat baik. Yakni sebagai wadah UKM dan IKM agar terus berkembang dan naik kelas.
"Ini pertama kali, dan mohon doanya bahwa PCC hadir untuk bisa membawa UKM dan IKM kita bangkit, berkembang dan bisa naik kelas," katanya.
Diakui Mas Rusdi, lantaran masih baru digelar, ia menyadari masih banyak hal yang harus disempurnakan dari berbagai sudut.
“Kami mohon maaf jika masih ada kekurangan. Ke depan akan ada banyak agenda lanjutan,” ujarnya.
Mas Rusdi, sapaan akrabnya, menegaskan PCC dihadirkan sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi pelaku IKM dan UMKM di Pasuruan agar mampu naik kelas.
“Kegiatan ini untuk memotivasi panjenengan semua agar bisa berkembang. Syaratnya satu, terus upgrade ilmu,” katanya.
Ia menilai pelaku usaha perlu terus membuka diri terhadap pengetahuan baru.
Karena itu, pemerintah hadir memfasilitasi ruang, narasumber, dan sarana pembelajaran.
“Tiga narasumber hebat kami hadirkan. Semua fasilitas disiapkan. Ini ikhtiar agar IKM dan UMKM Pasuruan terus tumbuh,” ucapnya.
Rusdi juga mengingatkan bahwa setiap pelaku usaha memiliki jalan sukses masing-masing.
“Panjenengan tidak harus sukses seperti mereka. Perjalanan setiap orang berbeda. Yang penting, sukses versi panjenengan sendiri. Pemerintah akan terus mendukung,” tuturnya.
Sementara itu, King Abdi mengapresiasi kehadiran PCC sebagai wadah penguatan pelaku usaha lokal.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.
“Pengusaha yang baik adalah yang tidak takut jatuh. Jangan minder karena lahir dari keterbatasan. Mari bergerak dan keluar dari kemiskinan,” pesannya.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan Rizal dan Sari, pasangan suami istri pelaku usaha kuliner yang mengikuti seminar.
“Banyak pelajaran yang kami dapat. Bisnis harus inovatif dan tidak mudah menyerah,” kata Rizal.
Ia mengaku kisah dan pengalaman para narasumber menjadi penguat untuk terus bertahan dan mencari solusi di tengah tantangan usaha.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Pasuruan yang sudah memberi ruang belajar bagi pelaku IKM,” pungkasnya. (emil)
Komentar