Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf berharap, peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini mampu dijadikan sebagai momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menyiapkan generasi emas. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan perlindungan sekaligus memenuhi hak-hak anak.
Menurut Kepala Daerah, banyak cara yang dapat dioptimalkan secara bersama-sama, antara Pemerintah Daerah bersama seluruh stakeholders terkait. Baik Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun instansi dan elemen masyarakat. Diantaranya dengan memberikan dukungan kepada Forum Anak untuk memaksimalkan program KASIH BERSANDING MESRA (Keluarga Bersih Bersama Sadar Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera) dalam pengawasan terkait pendidikan stunting. Berikut memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program kerja forum anak dan membangun fasilitas yang layak anak bagi forum anak.
"Acara ini menjadi penting sebagai pengingat kita semua. Bahwa betapa pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anak kita. Karena Presiden menyampaikan bahwa HARGANAS dan Hari Anak Nasional harus kita peringati sebagai momen pentingnya keluarga dan anak-anak kita diberikan hak dan kesempatan yang sama. Terutama untuk menyiapkan generasi kita ke depannya yang lebih baik lagi," ucap Bupati Irsyad.
Dalam acara yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Selasa (8/8/2023), Bupati menggarisbawahi beberapa poin penting dalam rangka menggugah kepedulian dan partisipasi bersama dalam memenuhi hak-hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi. Tidak terkecuali mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Oleh karenanya, menurut hemat Bupati, ke depannya dibutuhkan evaluasi dari program yang telah terlaksana sebagai penyempurnaan. Sehingga selanjutnya benar-benar dapat dimaksimalkan implementasinya. Tentunya harus memberikan manfaat yang jelas yakni untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan.
"Kita patut mendengarkan aspirasi dari anak-anak melalui deklarasi. Ada sebuah aspirasi yang harus diterjemahkan dalam bentuk program kegiatan melalui OPD di lingkungan Pemkab Pasuruan. Yaitu bagaimana memenuhi hak-hak anak. Kita patut bersyukur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak," ungkapnya.
Masih di momen yang sama, Gus Irsyad sapaannya menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan HARGANAS yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkat percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pasuruan melalui gerakan KASIH BERSANDING MESRA. Sekaligus berterimakasih kepada seluruh Kepala OPD, Camat, jajaran Pemerintahan Desa dan semua pihak terkait yang terus berkerjasama dalam upaya percepatan penurunan stunting yang tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi ibu hamil saja. Tetapi juga soal meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Mulai dari memperhatikan kualitas sarana sanitasi dan pemenuhan air bersih secara keseluruhan.
"Makanya dibutuhkan sinergi dari semua stakeholders dan ormas. Sehingga apa akhirnya dapat berkontribusi dalam mewujudkan keluarga bebas stunting menuju Indonesia maju. Ditambah lagi sekarang kita dihadapkan pada persoalan-persoalan, imbas dari perang media sosial yang luar biasa," tandasnya.
Lantas, apa pula yang selama ini telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mencarikan solusi dari problematika sosial tersebut? Dalam acara selebrasi HARGANAS ke-30 dan HAN tahun 2023 yang dihadiri oleh Wakil Bupati Mujib Imron, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, Kepala Dinas P3AK dan BKKBN Provinsi Jawa Timur tersebut, Gus Irsyad memaparkan tentang pengoptimalan realisasi program WAK MUQIDIN (Wayahe Kumpul Mbangun TPQ dan Madin) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan.
"Pesatnya teknologi digital juga harus kita antisipasi bersama untuk mengantisipasi damapak buruknya bagi anak-anak kita. Diantaranya melalui program WAK MUQIDIN untuk menjaga akhlak dan kepribadian serta memberikan pendidikan agama kepada anak-anak sejak dini," pungkasnya. (Eka Maria)
Komentar