Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menyatakan, peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-31 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-40 sebagai momentum bagi Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk menyiapkan generasi emas. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan perlindungan sekaligus memenuhi hak-hak anak.
Disampaikan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Jumat (2/8/2024), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur tersebut menyerukan beberapa upaya yang dapat dioptimalkan secara bersama-sama. Diantaranya dengan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh program kerja Forum Anak. Berikut, membangun fasilitas yang layak anak bagi seluruh anak di Kabupaten Pasuruan.
Tentu saja, kata Pj. Bupati Andriyanto, hal itu harus dilakukan secara kemitraan dan secafra kolektif. Baik oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial maupun seluruh stakeholders terkait.
"Peringatan HARGANAS dan Hari Anak Nasional menjadi pengingat kita semua. Sebagai para orang tua, sudah seharusnya memberikan contoh yang baik kepada putra-putri kita. Mari kita siapkan generasi kita ke depannya yang lebih baik lagi, berkualitas dan tangguh," pintanya bersemangat.
Dalam acara
selebrasi dan forum diskusi tematik keluarga dan anak yang turut dihadiri oleh
Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Luhur Ngudi Setyaningrum Andriyanto
tersebut, Pj. Bupati Pasuruan tak lupa menggugah kepedulian dan partisipasi masyarakat
dalam memenuhi hak-hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang dan
berpartisipasi. Tidak terkecuali mendapat perlindungan dari kekerasan, bullying dan diskriminasi.
"Peringatan HARGANAS dan HAN harus kita jadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian kita akan pentingnya tugas dan kewajiban dalam pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak. Tidak terkecuali mewujudkan pembangunan keluarga yang bahagia, sejahtera, tangguh dan mandiri," tandasnya.Â
Masih dalam kesempatan yang sama, Pj. Bupati Andriyanto berkesempatan menyerahkan kepada Balai Keluarga Berencana (KB) berprestasi. Diantaranya untuk kategori Capaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Tertinggi Tahun 2024 disematkan kepada Balai KB Bangil. Disusul kemudian oleh Balai KB Gempol untuk penghargaan kategori Capaian PA-SM Tertinggi Tahun 2024.Â
Sedangkan penghargaan kategori Balai KB Tanggap Kampung Keluarga Berkualitas diberikan kepada Balai KB Sukorejo. Berlanjut, Balai KB Tutur meraih penghargaan kategori Balai KB Tanggap Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Bergantian dengan Kepala Dinas Pemerintah Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati dan Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Agus Masjhady, Pj. Bupati Andriyanto juga memberikan Piagam Penghargaan kategori Penyuluh KB of the Year kepada Mieta Yuliawati. Disambung dengan penghargaan kategori Kecamatan Tanggap SOTH yang disematkan kepada Kecamatan Sukorejo.
Sebelumnya, selebrasi peringatan HARGANAS ke-31 dan HAN ke-40 yang berlangsung sangat meriah tersebut diwarnai dengan Teaterikal dan Pembacaan Suara Anak oleh Forum Anak Kabupaten Pasuruan. Penyampaian harapan agar terpenuhinya hak-hak anak oleh Pemerintah. Diantaranya menyoal tentang pemenuhan pengoptimalan akses edukasi dan perlindungan dari aksi perundungan dan bullying di sekolah. Rangkaian acara kemudian disambung dengan Parade Nusantara Bhineka Tunggal Ika berkonsep fashion show busana adat yang ditampilkan secara apik dan luwes oleh Duta Generasi Terencana (GENRE) Kabupaten Pasuruan.
Kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan, Insan GENRE Kabupaten Pasuruan, Ifin Ma'ruf menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Daerah agar mendukung program-program GENRE. Masing-masing, dukungan terhadap gerakan antisipasi praktek pernikahan dini, seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA yang terus digalakkan di sekolah-sekolah melalui kegiatan penyuluhan.Â
"Semoga Pemkab Pasuruan melalui DP3AP2KB terus mendukung upaya kami dalam memaksimalkan program-program GENRE. Selama ini kami intens melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Alhamdulillah sudah mulai ada progres pemahaman tentang bahaya pernikahan dini, seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar," ucapnya dengan nada optimis. (Eka Maria)
Â
 Â
Â
Â
Komentar