Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Peringati Hari Bumi, Ratusan Pelajar SMPN 1 Pohjentrek Ramai-Ramai Bikin Biopori

Gambar berita
31 Maret 2018 (18:30)
Pendidikan
3706x Dilihat
0 Komentar
admin

Ratusan pelajar SMPN 1 Pohjentrek beramai-ramai melakukan Gerakan Menabung Air dengan cara membuat lubang peresapan alias biopori, Sabtu (31/03/2018) pagi.

Kegiatan tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pasuruan serta dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia.

Tanti Rahayu, Kepala SMPN 1 Pohjentrek mengatakan, ada puluhan lubang biopori yang dibuat di dalam maupun di luar sekolah, dengan cara memasang pipa yang telah dilubangi serta diisi dengan rumput-rumputan, dan ditanam di tanah berkedalaman satu meter.

"Kita buat lubang biopori di titik-titik yang ada genangan air, dengan tujuan supaya air bisa langsung masuk ke tanah, sehingga apabila hujan deras, limpahan airnya tidak masuk ke kelas maupun setiap ruangan yang ada di sekolah, " kata Tanti di sela-sela kegiatan.

Selama pembuatan biopori, para pelajar yang dilibatkan bukan hanya dari SMPN 1 Pohjentrek saja, melainkan 10 SD dan SMP yang menjadi sekolah imbas.

Kata Tanti, keterlibatan sekolah tersebut sangat penting sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri.

"Tahun ini kami akan dinilai oleh Tim penguji dari Kementrian Lingkungan Hidup dan tim lainnya. Untuk menjadi mandiri, banyak persyaratan yang harus dipenuhi, salah satu yang terpenting adalah adanya sekolah imbas yang mau dididik dan diajak untuk peduli terhadap lingkungan, " imbuhnya.

Dengan dibuatnya lubang biopori, otomatis semakin menambah banyak lubang resapan air yang ada di SMPN 1 Pohjentrek.

Menurut Tanti, total ada 105 lubang biopori di sekitar sekolah, sehingga dirinya yakin setiap guyuran hujan deras maupun kiriman air dari parit dan selokan di sekitar pemukiman warga, tidak akan menggenangi sekolah.

"Kecamatan Pohjentrek ini termasuk wilayah yang rawan banjir. Makanya kenapa kita gerakkan kegiatan pembuatan biopori ini, tak lain sebagai bentuk kepedulian dan penyadaran agar masyarakat juga melakukan hal yang sama, " beber dia.

Lebih lanjut Tanti menambahkan bahwa selain pembuatan biopori, peringatan Hari Bumi Sedunia juga disemarakkan dengan kegiatan penanaman bibit pohon kelor, gerakan menggunakan kacamata hitam sebagai antisipasi serangan ultraviolet, deklarasi geebang sora (gerakan pengembangan sekolah ramah anak), dan fashion busana daur ulang.

"Kita tanam banyak sekali bibit kelor karena ketika sudah besar, daunnya bisa dibuat sayur yang kaya akan Oksigen dan Nutrisi. Bisa dijual di kantin sekolah. Pokoknya hari ini kita sangat semangat untuk mengajak anak-anak lebih mencintai bumi kita " tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Serunya Olahraga Bersama Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Polres Pasuruan Kota. Fun Bike Hingga Doorprize Umroh ke Makkah

Pagi hari paling pas diisi dengan aktifitas olahraga. Inilah yang terlihat...

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...