Sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berkoban untuk bangsa dan negara, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78. Dilaksanakan pada hari Jumat (10/11/2023), agenda seremonial yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di halaman Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Letkol Letkol Arh Noor Iskak. Mengusung tema "Semangat Pahlawan Untuk Masa Depan Bangsa Dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan", upacara dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Turut hadir pula dalam barisan, pasukan bersenjata dari Polres Pasuruan, Kodim 0819 Pasuruan dan Yonkav Beji. Berikut, pasukan tak bersenjata terdiri dari Satpol PP, Korpri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Pramuka dan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pasuruan. Hadir sebagai undangan, Forkopimda Kabupaten Pasuruan, seluruh Camat dan perwakilan dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Pada saat membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Tri Risma Harini, Dandim 0819 Pasuruan menyampaikan tentang tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia terhadap potensi penjajahan modern. Diantaranya, adanya ancaman terhadap penguasaan Sumber Daya Alam (SDA) oleh pihak asing. Terlebih negara Indonesia merupakan pasar yang besar dengan sumber daya alam yang luar biasa. Baik tanah yang subur, hasil laut yang melimpah maupun kandungan bumi yang menyimpan beragam mineral.
"Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi generasi penerus untuk mengelola kekayaan alam dan potensi penduduk Indonesia bagi kejayaan bangsa dan negara. Mari kita taklukkan dengan berbekal semangat, seperti yang dicontohkan para pejuang 10 November 1945. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa. Karena Pahlawan Bangsa telah mengajarkan kita nilai-nilai perjuangan. Jika kita ikuti, niscaya membawa jejak kemenangan," tandasnya dengan bersemangat.
Lebih lanjut, di hadapan seluruh pasukan dan para tamu undangan yang tampak harmoni dengan busana tematik pejuang tempo dulu, Inspektur Upacara juga menggarisbawahi tentang keberanian dan semangat berkorban para pahlawan bangsa yang perlu diteladani oleh generasi bangsa, khususnya generasi milenial di era disrupsi. Sebagai bekal dalam meneruskan perjuangan dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok dan atau diri sendiri.
"Bersyukur saat ini, semangat untuk berantas kebodohan dan perangi kemiskinan dapat dilihat dan dirasakan denyutnya di seluruh pelosok negeri. Semangat yang berasal dari nilai perjuangan Pahlawan Bangsa di tahun 1945 yang membawa kita menolak kalah dan menyerah pada keadaan. Menyatukan kita dalam upaya mewujudkan kehidupan kebangsaan yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap Letkol Arh. Noor Iskak.
Sementara itu, sesaat setelah upacara berakhir, Sekretaris Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pasuruan, Dadang Supriyatna menitipkan beberapa pesannya. Kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan, pria paruh baya yang merupakan purnawirawan TNI dari kesatuan Batalyon Zipur 10 Kostrad tersebut mengungkapkan harapan terbesarnya kepada generasi muda. Bersatu-padu, bahu-membahu meneruskan perjuangan bangsa Indonesia adalah tujuan utamanya.
"Untuk generasi muda, pesan kami semoga bisa selalu kompak dan bersatu melanjutkan perjuangan para pejuang. Kami dari LVRI Kabupaten Pasuruan terus berupaya membina persatuan dan kesatuan bangsa. Diantaranya dengan memberikan jiwa semangat dan nilai-nilai perjuangan '45 juga bagaimana mengisi perjuangan," tutur veteran Pasukan Perdamaian di Makedonia tersebut dengan optimis. (Eka Maria)
Komentar