Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pertahankan Ketersediaan Barang, Produsen Mangga Klonal 21 Jaga Panen Perdana

Gambar berita
14 Agustus 2018 (13:07)
Ekonomi
3709x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk menjaga stabilitas pasokan barang, produsen Mangga Klonal 21 yang merupakan hortikultura andalan Kabupaten Pasuruan benar-benar melakukan proteksi terhadap hasil panen perdananya. Seperti yang dilakukan Santoso diantara petani Mangga Klonal 21 yang telah memberlakukan proteksi terhadap hasil panennya dari segi pembatasan pemesanan produk.         

Popularitas Alpukat, sebutan khas Mangga Klonal 21 yang semakin meroket berdampak pada peningkatan permintaan dari masyarakat. Mangga yang terkenal dengan cita rasanya yang sangat manis tersebut tidak hanya digandrungi oleh masyarakat di Jawa Timur saja, tetapi juga digemari masyarakat di luar pulau Jawa, bahkan sangat diminati pasar luar negeri. Sehingga tidak sedikit diantara pemesan dari luar negeri yang berharap mendapat kiriman Mangga sesuai dengan yang diinginkan.   

“Kami banyak mendapatkan orderan pesanan seperti dari Kuwait, Malaysia, dan Mekkah. Tetapi karena mempertimbangkan di tanah air kan masih kekurangan stok ya akhirnya kami tidak jadi kirim ke luar negeri”, ujar Santoso, pemilik lahan Mangga Alpukat seluas lebih kurang 5 hektar di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang saat dijumpai Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, masa panen yang masih terbilang awal di bulan Agustus saat ini mengakibatkan membanjirnya permintaan, baik yang diterimanya dari pemesanan langsung maupun secara online melalui promosi di beberapa media sosial misalnya Facebook dan Instagram. Pun demikian permintaan yang diterimanya pasca aktivitas promosi di beberapa event pameran yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan yang digelar di Bali, Jakarta, Surabaya, Balikpapan dan kota-kota besar lainnya.

Santoso menurutkan, kondisi tersebut membuatnya memutar otak, mengantisipasi agar kualitas buah tetap terjaga di tengah keterbatasan produksi. Dari 600 pohon Mangga miliknya dan para petani lain sesama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mangga Klonal 21 di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang,  setiap harinya pada saat panen perdana selama bulan Juli tahun ini hanya mampu menghasilkan sebanyak 2 ton untuk dijual. Perolehan awal masa panen tersebut berbeda jauh dengan hasil panen pada saat puncak panen yakni antara bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019 yang mampu mencapai angka 10 ton per hari.

Sedangkan untuk pemasaran yang digunakan, Santoso memanfaatkan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk memasarkan produknya ke masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, sejak bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Santoso mendapatkan media promosi baru melalui kegiatan pameran. Santoso bekerjasama dengan menyediakan Mangga untuk dijual saat pameran seperti pameran yang digelar di Bali, Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan berpesan kepada seluruh petani Mangga Klonal 21 di Kabupaten Pasuruan agar tetap menjaga tren positif dari membludaknya permintaan dari segala penjuru tanah air bahkan mancanegara. Caranya tidak lain dengan tetap menjaga kualitas untuk menjaga brand Mangga Alpukat. Sehingga pamor Mangga yang sudah klonal tetap bisa terjaga. Termasuk dengan lebih memperhatikan unsur packaging produk yang dapat meningkatkan harga jual Mangga. (Eka Maria+Dewi)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...