Sebagai penyelenggara pemerintahan daerah, baik Pemerintah maupun DPRD Kabupaten Pasuruan adalah mitra sinergis. Saling bekerjasama dan berkolaborasi kuat untuk mewujudkan Kabupaten Pasuruan Maju, Penuh Maslahat. Penegasan itu disampaikan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andriyanto dalam Forum Silaturahmi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna.
Menurut hematnya, baik Pemerintah Daerah sebagai lembaga eksekutif maupun DPRD sebagai lembaga legislatif merupakan mitra kerja tak terpisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Duduk bersama, mendiskusikan dinamika program pembangunan dengan beragam solusi tepat yang dihasilkan untuk kemudian dilaksanakan optimal.
"Saya sepakat dengan Ketua DPRD dalam sambutannya. Bahwa untuk bisa mempertahakan WTP, pembahasan anggaran harus ontime, sinergitas dan kolabroasi harus terus terbangun. Itu termasuk dalam program kerja saya sebagai Pj. Bupati Pasuruan selama setahun mendatang. WTP itu wujud bentuk komitmen Kepala Daerah dan wujud kolaborasi dan sinergitas antara stakeholder," tandasnya saat hadir bersama Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Luhur Ngudi Setyaningrum Andriyanto pada hari Senin (2/10/2023).
Dalam ajang silaturahmi yang diinisiasi oleh DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut, Pj. Bupati Andriyanto mengutarakan komitmennya untuk memaksimalkan pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Pasuruan. Tentunya dengan berbekal kerjasama dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Daerah bersama DPRD di semua lini.
Sementara itu, seusai agenda Forum Silaturahmi DPRD Kabupaten Pasuruan berakhir, Pj. Bupati Andriyanto menjabarkan tentang harapannya untuk lebih memajukan potensi UMKM di Kabupaten Pasuruan. Diantaranya dengan menyulap Pasar Wisata Cheng Hoo di Kecamatan Pandaan menjadi destinasi wisata belanja yang jauh lebih memikat.
"Ada anggaran dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI. Kemungkinan ada anggaran sekitar 60 M untuk bisa mendesain ulang Pasar Chengho. Termasuk fasilitasnya. Di awal Oktober saya akan presentasi di hadapan Kementerian dalam upaya supaya bisa memperoleh bantuan itu. Sehingga produk kita tetap terdepan," ujarnya dengan optimis.
Di sisi lain, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur tersebut juga mengungkapkan keinginannya untuk memoles alun-alun Bangil agar lebih menawan. Sehingga dapat lebih merepresentasikannya sebagai ibukota Kabupaten Pasuruan.
"Nanti saya akan membuat gerakan Bulan Bangil Bersolek Berseri. Nanti saya buat surat edaran perihal partisipasi aktif dari Perangkat Daerah untuk memaksimalkannya. Juga partisipasi dari pihak swasta juga. Karena alun-alun Bangil adalah kebanggaan Kabupaten Pasuruan," pungkasnya.
Diwartakan sebelumnya, DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar acara Forum Silaturahmi yang menghadirkan Pj. Bupati Andriyanto. Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, Asisten, Staf Ahli dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Turut hadir pula, jajaran Forkopimda, tokoh agama dan organisasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menitipkan tiga poin penting. Dengan harapan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dibawah kepemimpinan Pj. Bupati Andriyanto selama satu tahun ke depan.
Selain mempertahankan capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sebelumnya diperoleh dari BPK RI selama 10 tahun berturut-turut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan meminta adanya sinergitas antara eksekutif dan legislatif saat pembahasan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang harus tetap terjaga. Sehingga agenda pengesahan APBD Kabupaten Pasuruan harus tepat waktu.
Sedangkan pesan yang ketiga berkaitan dengan keharmonisan seluruh masyarakat yang harus tetap dipelihara. Terlebih selama ini Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan. (Eka Maria)
Komentar