Agar pengelolaan Desa Wisata lebih maju lagi, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto meminta kepada Pemerintah Desa dan seluruh pegiat pariwisata tidak jemu-jemunya mengeksplorasi segala potensi yang dimiliki. Bersama-sama meningkatkan kolaborasi di semua lini dengan memperluas jejaring koneksi.
Dicontohkannya, pengembangan Desa Wisata Podokoyo Kecamatan Tosari yang masuk sebagai 15 Nominator Desa Wisata terbaik dalam program Kampanye Sadar Wisata (KSW) 5.0, misalnya. Baik Pemerintah Desa, BUMDes, pegiat pariwisata maupun stakeholders lainnya alangkah baiknya saling terhubung dengan pengelola Desa Wisata di wilayah yang sama. Sehingga mampu menyuguhan paket wisata lengkap yang dapat ditawarkan kepada wisatawan untuk dikunjungi dalam satu waktu.
"Semuanya punya sumberdaya yang khas yang bisa diangkat. Di Desa Podokoyo ada Kentang-nya dan potensi-potensi besar lainnya. Kata kuncinya adalah konektivitas. Jadi kalau wisatawan sudah berkunjung ke Desa Wisata Wonokitri, misalnya, selanjutnya jangan lupa mampir ke Desa Wisata Podokoyo. Sebelumnya bisa mampir ke Desa Baledono. Sehingga akan jadi paket bundling wisata, satu paket wisata," terangnya.
Ditambahkan Pj. Bupati Andriyanto, dikarenakan adanya konektivitas antar Desa Wisata dalam satu wilayah tersebut, maka sudah barang tentu harus melibatkan pihak travel agent. Nantinya dapat diperbantukan dalam membuat paket wisata bundling sekaligus mengatur jadwal dan agenda kunjungannya.
Senada dengan apa yang dijabarkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati juga menyepakati tentang pentingnya kerjasama banyak pihak dalam pengelolaan Desa Wisata. Khususnya bagi Desa Wisata Podokoyo yang baru saja dikunjungi oleh Tim Penilai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Tim Penyelia lainnya dalam rangka review manajemen Desa Wisata disana.
"Sesuai arahan Bapak Pj. Bupati, kolaborasi antar stakeholders sangat penting. Makanya dalam agenda penjurian Desa Podokoyo sebagai 15 Nominator Desa Wisata terbaik dalam program Kampanye Sadar Wisata (KSW) 5.0., kami mengundang beberapa elemen dan OPD terkait. Ini dalam rangka kolaborasi. Terlebih kepariwisataan itu kolaboratif, melibatkan banyak pihak. Baik masyarakat, pihak swasta maupun civitas akademika," terangnya pada hari Kamis (26/10/2023).
Di sisi lain, ia mengajak kepada para pengelola Desa Wisata Podokoyo agar terus memaksimalkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tentunya diimbangi dengan peningkatan kualitas inovasi produk yang dimasukkan dalam paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.
"Kelembagaan menjadi PR kita bersama. Terutama tentang organisasi dari Pokdarwis, BUMDes, Kelompok Petani dan lainnya. Harus ada kelembagaan yang legal formal. Juga inovasi produk harus betul-betul diperhatikan. Kualitas SDM juga paling penting. Jadi, mari kita saling berkolaborasi sehingga bisa terkoneksi," ajaknya kepada seluruh pihak yang turut-serta dalam pengelolaan Desa Wisata Podokoyo. (Eka Maria)
Komentar