Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto menstimuli masyarakat agar mengeksplorasi segala potensi yang ada di lingkungan tempat tinggalnya untuk melakukan mitigasi bencana. Diantaranya dapat dilakukan dengan memanfaatkan air bekas wudhu di masjid/ surau untuk kemudian ditampung ke dalam sumur.
Nantinya, tampungan air tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup warga sekitar. Terutama pada saat musim kemarau tiba. Seperti halnya yang diungkapkannya pada saat membuka acara Sosialisasi dan Diseminasi Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Rabu (17/7/2024).
"Program Presiden dan Wapres terpilih telah membuat program acuan bernama ASTA CITA. Salah satunya mengedepankan mitigasi bencana. Program itu bisa segera diterapkan sebagai langkah mitigasi bencana kekeringan. Bisa kita manfaatkan dengan menampung air bekas wudhu yang ada di masjid-masjid ke dalam sumur," tandasnya.
Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tersebut, Pj. Bupati Andriyanto kembali menegaskan tentang pentingnya upaya pencegahan bencana yang harus dilakukan secara kolektif. Harapannya, sudah pasti dapat meminimalisir potensi kerugian yang dapat diakibatkan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
"Air wudhu merupakan air suci dan mensucikan. Kita bisa memanfaatkannya untuk membudidayakan ikan. Ikan tersebut kemudian dapat dikonsumsi. Ini ada pengembangan LPBI bekerjasama dengan BNPB dan BPBD yakni membuat sebuah sumur yang didekatkan dengan masjid," jelasnya.
Dalam acara yang dihadiri oleh Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo beserta jajarannya tersebut, Pj. Bupati Andriyanto tak lupa mengajak seluruh peserta agar mulai menerapkannya. Terlebih pemanfaatan air bekas wudhu untuk budidaya ikan sudah akan barang tentu akan membantu para pembudidaya ikan dalam mengembangkannya usahanya. Dengan demikian akan memberikan nilai tambah keekonomian yang akan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya tersebut.
Masih dalam arahannya, Pj. Bupati Andriyanto meminta kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya yang berada di kawasan resiko bencana agar senantiasa meningkatkan kapasitas dalam menghadapi bencana. Sehingga dapat mewujudkan Desa yang tangguh terhadap bencana.
"Kami berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan aktor Pentahelix perlu ditingkatkan lagi. Karena kita semua memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana," pintanya.
Sementara itu dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vela Fery Santoso menyebutkan, Penilaian Ketangguhan Desa menjadi salah satu fokus penting dari upaya peningkatan ketangguhan bencana. Diantaranya dengan mengoptimalkan peran Camat melalui Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Yakni Kecamatan Winongan dan Rejoso sebagai pilot project-nya yang telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. (Eka Maria+Iguh)
Komentar