Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pj Bupati Andriyanto Tinjau Pembangunan Rest Area dan Tengger Culture Center di Ngadiwono

Gambar berita
03 Juli 2024 (09:19)
Pariwisata
2273x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Proyek pembangunan Gerbang Wisata Penanda menuju Kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sudah mulai berjalan. Bahkan sudah mencapai sekitar 40 persen.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) alias peninjauan ke lokasi, Rabu (3/7/2024) siang.

Menurutnya, pembangunan gerbang wisata di Desa Ngadiwono merupakan proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di kawasan wisata BTS. Utamanya untuk merubah wajah KSPN BTS agar jauh lebih menarik wisatawan.

Tak hanya Kabupaten Pasuruan saja, gerbang wisata yang dibangun ada tiga lagi. Yakni gerbang di Desa Sukapura sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, gerbang di Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Malang, dan gerbang di Desa Senduro sebagai pintu masuk dari arah Kabupaten Lumajang.

"Pembangunan empat gerbang wisata salah satunya di Kabupaten Pasuruan. Tujuannya untuk mengubah wajah KSPN Bromo-Tengger-Semeru agar lebih menarik wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

Dijelaskan Andriyanto, di semua empat gerbang, Pemerintah membangun Rest Area dan Tengger Culture Center (TCC). Begitu pula di Desa Ngadiwono, anggaran sebesar Rp 34 milyar lebih dari dana hibah World Bank (Bank Dunia) telah disiapkan.

"Kalau pekerjaannya ya banyak sekali. Seperti pos satpam, bangunan cinderamata, bangunan kuliner, depo sampah, panggung budaya dan lainnya. Yang terpenting rest area dan TCC wajib ada," jelasnya.

Lebih lanjut Andriyanto menegaskan bahwa proyek tersebut sudah dimulai sejak 16 pebruari lalu dan ditargetkan selesai tanggal 20 september mendatang.

Apabila sudah selesai, barulah dilanjutkan dengan pekerjaan yang bersifat operasional dan maintanance oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dalam hal ini Dinas Pariwisata. Total antara 3-4 tahun ke depan, pendampingan proyek ini akan tetap dilakukan sebelum betul-betul diserahkan ke desa.

"Dari Pusat mewajibkan daerah untuk menyiapkan lahannya. Kebetulan di sini ada tanah kas desa yang dihibahkan ke Pemkab Pasuruan. Semoga ketika proyek sudah selesai, maka semoga wajah kawasan wisata BTS semakin cantik," harapnya.

Pantauan di lapangan, Andriyanto meninjau lokasi dengan didampingi Camat Tosari, Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, dan staf lainnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...