Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai oleh kedua Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Pasuruan dalam ajang Penghargaan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan dan Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2024. Adalah drg. Retno Dyah Lestari, Direktur RSUD Grati dan dr. Eko Machfur yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Nguling dinobatkan sebagai Tenaga Medis Teladan kategori Inovasi Tenaga Medis.
Dari apresiasi skala nasional yang berhasil diperoleh tersebut, Penjabat Kepala Daerah Kabupaten Pasuruan menitipkan harapannya kepada seluruh Nakes. Terutama dalam meningkatkan kapasitasnya dalam menunaikan tugas-tugas kemanusiaan. Sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.
"Alhamdulillah Kabupaten Pasuruan mendapatkan dua penghargaan. Masing-masing diraih oleh drg. Retno dan dr. Eko Machfur Kepala Puskesmas Nguling. Pemkab Pasuruan memberikan apresiasi, ucapan selamat dan sukses kepada kedua nakes berprestasi tersebut," ucapnya.
Di sisi lain, Pj. Bupati Andriyanto juga berharap, capaian penghargaan dapat dijadikan sebagai pelecut semangat dan motivasi tersendiri bagi Nakes. Senantiasa bersemangat dalam melayani masyarakat dan terus menjadi inspirasi serta teladan bagi SDM Nakes lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
"Tentunya kemenangan kedua Nakes tersebut membawa nama harum Kabupaten Pasuruan. Saya berharap, penyematan apresiasi ini bisa menjadi contoh dan teladan bagi Nakes lainnya untuk mengoptimalkan layanan kepada masyarakat," pintanya pada hari Sabtu (17/8/2024).
Lebih lanjut, Pj. Bupati Andriyanto menjabarkan tentang penerimaan 40 persen dari DBH-CHT dalam APBD yang harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
"Saya harap, penerimaan DBH-CHT di sektor kesehatan menjadi stimulus bagi Nakes supaya bekerja lebih maksimal. Karena mau tidak mau Nakes di Kabupaten Pasuruan akan mendapatkan jasa pelayanan medis di tempatnya masing-masing. Sehingga menjadi tidak bagus jika Nakes mendapatkan tunjangan medis yang cukup besar tapi di sisi lain tidak optimal. Nah ini adalah betul-betul menjadikan tauladan bagi yang lainnya," tandasnya.
Sementara itu, drg. Retno Dyah Lestari diantara penerima penghargaan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kementerian Kesehatan atas apresiasi yang diterimanya bersama rekan sejawatnya, dr. Eko Machfur. Sekaligus mengajak seluruh Nakes di Kabupaten Pasuruan agar bersama-sama meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
"Semoga penganugerahan ini menjadi motivasi bagi kami dan bisa memberikan inspriasi kepada seluruh Nakes. Khususnya yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk terus berkarya dan melakukan inovasi. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat menuju Pasuruan Maslahat dan Indonesia Emas Tahun 2045 di bidang kesehatan," tuturnya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan pada hari Senin (19/8/2024).
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI menganugerahkan Penghargaan Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan, dan Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2024 kepada 230 Nakes dan Tenaga Medis. Yakni mereka yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah dan sektor swasta di tanah air. Penghargaan diberikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta pada hari Selasa (13/8/2024).
"Selamat kepada para tenaga kesehatan, tenaga medis dan kader teladan atas prestasi yang luar biasa," katanya.
Ditambahkannya, apresiasi diberikan atas segala sumbangsih dan dedikasi yang telah diberikan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak. Dalam sambutannya, Menkes berharap para tenaga medis, tenaga kesehatan dan kader kesehatan agar sentiasa berspirit dalam melayani masyarakat.
"Saya berharap ini menjadi motivasi kepada teman-teman. Yuk, kita mengabdi kepada masyarakat di sisa usia kita agar masyarakat bisa sehat. Karena sebaiknya-baiknya manusia adalah bermanfaat untuk orang lain. Sekali lagi, terima kasih," ungkapnya saat itu.
Tahun ini, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi kepada 230 Nakes. Rinciannya, 169 penghargaan diberikan untuk tenaga medis dan Nakes teladan yang dibagi dalam 4 kategori. Yaitu Inovasi, Pengabdian DTPK, Pengabdian Tanpa Batas, Petugas Tanggap Darurat Bencana/Krisis Kesehatan. Masing-masing, 47 Orang Kategori inovasi terdiri dari 19 tenaga medis dan 28 Nakes. Berikut, 68 orang kategori Pengabdian Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) terdiri dari 23 tenaga medis layanan primer, 28 Nakes layanan primer, 8 tenaga medis layanan rujukan dan 9 tenaga kesehatan layanan rujukan.
Lebih lanjut, penghargaan juga diberikan kepada 49 orang kategori Pengabdian Tanpa Batas, terdiri dari 14 tenaga medis dan 35 Nakes. Disambung kemudian, 5 orang kategori Penanganan Tanggap Darurat Bencana.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada 11 orang penerima Excellent Award, 38 orang Kader Berprestasi dan 2 orang penerima In Memoriam. Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diperuntukkan bagi 10 orang Dosen Berprestasi.(Eka Maria)
Komentar