Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Puluhan Komunitas di Kabupaten Pasuruan Diajak Awasi Pemilu 2024

Gambar berita: Puluhan Komunitas di Kabupaten Pasuruan Diajak Awasi Pemilu 2024

Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Pasuruan melibatkan berbagai komunitas untuk ikut mengawasi seluruh tahapan Pemilu 2024.

Seperti yang terlihat di salah satu hotel di Kawasan Kecamatan Prigen, Sabtu (18/11/2023) pagi. 

Puluhan perwakilan lintas komunitas seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), FORKUGAMA (Forum Komunikasi Umat Beragama) Pasuruan, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Pasuruan, Kwartir Cabang Pramuka Pasuruan, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Pasuruan, Asosiasi Jurnalis Pasuruan Bersatu, diundang.

Mereka diajak untuk mengawasi 4 isu penting yang kerapkali terjadi dalam Pemilu. 

Koordinator divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Ahmad Thoifur Arif mengatakan, Bawaslu punya amanat untuk memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat secara luas tentang pengawasan Pemilu.

Khususnya 4 isu penting yaitu netralitas ASN, disinformasi atau hoak, money politik dan politisasi SARA. Empat hal tersebut harus dikawal agar tak ada pelanggaran yang mencederai pemilu itu sendiri.

"Netralitas ASN, berita hoax, politik uang dan politisasi SARA itu jadi permasalahan krusial yang harus diawasi. Maka dari itu, kita gandeng berbagai komunitas untuk menjadi kepanjangan tangan Bawaslu juga," katanya.

Konteks di lapangan, masyarakat yang tergabung dalam komunitas tertentu dapat menjadi pengawas partisipatif. Sehingga punya PR (pekerjaan rumah)  untuk mentransformasikan ilmunya kepada para anggotanya.

"Diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mengawal Pemilu tanpa ada pelanggaran. Supaya masyarakat agar tahu bahwa politik uang menjadi salah satu bentuk pelanggaran pidana. Ada konsekuensi hukumnya apabila terbukti melakukannya," terang Arif. 

Outputnya, para peserta akan menyusun rancangan tindak lanjut (RTL) dengan membuat kegiatan di komunitas masing - masing. Agar pengawasan partisipatif dapat lebih mengakar di masyarakat. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mangga Putar Pasuruan Juara National Manggo Contest 2026

Siapa sangka, mangga klonal 21 atau yang populer kita sebut dengan Mangga Putar...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...