Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ramadan, Pengusaha Mukena Sulam Pasuruan Kebanjiran Order

Gambar berita
10 Maret 2025 (05:59)
Umum
1040x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Bulan Ramadan membawa banyak berkah bagi Masnia, warga Desa Pajaran, Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.

Pasalnya, mukena (peralatan untuk sholat bagi wanita muslim) buatannya laris manis diserbu para pembeli. Hal tersebut terlihat dari stok mukena di butik miliknya yang cepat habis, sehingga mau tidak mau harus kembali untuk memproduksinya.

"Ini lagi buat mukena, karena banyak yang pesan untuk lebaran," pungkas Masnia, saat ditemui di butiknya, Senin (10/3/2025).

Dalam sehari, Masnia bisa membuat mukena sampai 5 kodi alias sekitar 100 pieces. Khususnya mukena travelling yang tidak memerlukan bordir atau sulam yang menjadi ciri khas mukena buatannya. Harganya pun cukup terjangkau antara Rp 80-Rp 100 ribu.

Sedangkan untuk mukena premium, Masnia tak memproduksi dengan jumlah banyak. Sebab pengerjaannya semuanya manual, sehingga harganya pun lumayan mahal sampai Rp 450.000.

"Kebanyakan dibeli reseller untuk dijual lagi dengan harga yang berbeda. Namanya mukena travelling, hiasannya hanya renda saja," ungkapnya.

Selama membuat mukena, Masnia dibantu para pekerjanya. Mulai dari memotong kain, menjahit, bordir, menyulam. Terkecuali untuk motif dan desain, seluruhnya hasil karya Masnia.

"Kalau desain dan motif itu semua dari saya sendiri," singkatnya.

Diceritakan Masnia, perjalanan menjadi seorang pengusaha busana muslim dimulai sejak tahun 2017. Usai mengikuti pelatihan dari Disperindag Kabupaten Pasuruan, di situlah order mulai berdatangan.

"Pokoknya terima kasih untuk Disperindag. Karena telah membantu memperkenalkan produk Masnia Collection sekaligus memasarkan produk yang saya buat, khususnya sulam yang memang ciri khas produk saya," jelasnya.

Kini, ia hanya berucap syukur, sebab perjuanganya tak sia-sia. Saat ditanya omset, Masnia mengaku dapat memperoleh dikisaran Rp 50-70 juta.

"Alhamdulillah dari mukena tahun 2017, kami berkirim ke pasar lokal, surabaya, malang .proling, keluar daerah Jakarta, aceh," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...