Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ratusan Babi di Sedaeng dan Wonokitri Mati Positif ASF. Pemda Minta Warga Perketat Biosecurity Kandang

Gambar berita
26 Februari 2025 (09:55)
Kesehatan
1263x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Jumlah kasus kematian babi akibat dugaan African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika yang menyerang di Desa Sedaeng dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, terus bertambah. 

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan mencatat sampai sekarang ada tambahan 100 ekor babi yang dilaporkan mati akibat terserang Flu Babi ini. Dari awalnya 70 ekor kini menjadi 170 babi mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah menjelaskan, dari 170 ekor babi yang mati, terdiri dari 150 ekor babi yang dipelihara warga di Desa Sedaeng, sementara 20 ekor babi mati ada di Desa Wonokitri.

"Pekan lalu kami kembali ke sana untuk menyampaikan hasil uji lab setelah pengambilan sampel darah babi, dan kami mendapat laporan dari Pemerintah Desa bahwa jumlah babi yang mati semakin banyak, apalagi di Desa Sedaeng," jelasnya. 

Semakin banyaknya babi yang mati membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan meminta warga untuk melakukan langkah cepat. Diantaranya mengisolasi babi yang terinfeksi serta karantina ketat terhadap area kandang terdampak, melarang keluar masuk babi, produk babi, peralatan dan orang-orang yang tidak berkepentingan ke area kasus.

Selain itu, Alfiah juga meminta pemilik babi untuk melakukan biosecurity ketat dengan cara deinfeksi kandang secara rutin, pengelolaan limbah dan mengontrol lalu lintas ternak babi. 

"Yang pasti penghentian sementara pergerakan babi dan produk turunannya ke area terdampak. Jangan lupa memastikan kendaraan dan akat angkut babi yang digunakan dalam transportasi ternak tidak menjadi sumber penyebaran virus," jelasnya. 

Lebih lanjut Alfiah menegaskan bahwa dari hasil uji lab Balai Besar Veteriner Wates Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, seluruh babi yang mati dinyatakan Positif ASF. 

Oleh sebab itu, pengawasan terhadap babi yang masih sehat, harus betul-betul dilakukan oleh para warga Sedaeng dan Wonokitri yang memelihara babi.

"Hasil labnya sudah keluar, dan hasilnya ternak babi yang meninggal positif ASF. Penyakit ini sangat berbahaya jika terkena ternak babi, karena tiba-tiba badannya panas, gak mau makan, besoknya mati," imbuhnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...

Article Image
Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Layanan Kesehatan Yang Harus Makin Berkualitas dan Terakses Merata

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, kehadiran Rumah Sakit Na...