Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ribuan Rumah di 5 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir

Gambar berita
07 Desember 2024 (09:05)
Lingkungan
2038x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Ribuan rumah di 5 wilayah Kecamatan di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir. 

Lima kecamatan tersebut yakni Winongan, Grati, Beji, Gondangwetan dan Kecamatan Rejoso.

Pantauan di lapangan, banjir terjadi sejak Jumat (6/12/2024) malam kemarin hingga sekarang. Untuk Kecamatan Winongan, banjir menggenangi lebih dari 1500 rumah warga di 6 desa, diantaranya Sidepan, Winongan Lor, Prodo, Bandaran, Winongan Kidul dan Desa Penataan.

Selanjutnya di Kecamatan Kraton, banjir terjadi di Dusun Gayam dan Batokan, Desa Tambakrejo. Di Kecamatan Rejoso ada 6 desa terdampak, yakni Kawisrejo, Jarangan, Kedungbako, Sadengrejo, Toyaning dan Desa Arjosari.

Berikutnya banjir juga sempat melanda Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan. Namun air sudah kembali normal.

Di Kecamatan Beji, setidaknya ada 4 desa terdampak, yakni Desa Kedungboto, Kedungringin, Gajahbendo dan Desa Beji. Sedangkan di Kecamatan Grati, banjir terjadi di Desa Kedawung Kulon.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan, banjir disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu selama berjam-jam, serta ditambah air laut dalam kondisi pasang.

"Mulai siang sampai sore, hujan deras mengguyur semua wilayah Kabupaten Pasuruan. Laut juga dalam keadaan pasang dan tidak dapat menampung debit air sehingga meluber sampai ke permukiman," katanya.

Dijelaskan Sugeng, ketinggian air rata-rata 30-60 sentimeter. Namun dari seluruh desa terdampak, yang paling parah terjadi di Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon. Ketinggian air banjir mencapai hampir 2 meter. Hal tersebut dikarenakan kondisi permukiman yang lebih rendah dari bantaran sungai.

"Ketinggian air di Dusun Kebrukan sampai 100 sentimeter. Kebetulan posisi rumah-rumah warga lebih rendah dari sungai," jelasnya.

Lebih lanjut Sugeng menghimbau kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk semakin meningkatkan kewaspadaan. 

"Minimal warga sudah tahu bagaimana cara menghadapi bencana. Khususnya antisipasi saat melihat tanda-tanda akan terjadinya banjir ataupun bencana lainnya," himbaunya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...