Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Rutan Bangil Ajarkan Puluhan Warga Binaan yang Tak Bisa Baca Tulis Al Qur'an

Gambar berita
25 Agustus 2020 (13:29)
Pelayanan Publik
2557x Dilihat
0 Komentar
admin

Puluhan warga binaan Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II Bangil, belajar membaca Ayat Suci Al Qur’an, Selasa (25/08/2020).

Mereka belajar mengenal huruf hijaiyah secara daring (dalam jaringan) oleh guru yang berasal dari IBBC (Indonesia Bisa Baca Al Qur’an).

Dari pantauan di lapangan, total ada 30 warga binaan yang mengikuti kelas Belajar Al Qur’an selama 4 hari berturut-turut. Yakni mulai 24-27 Agustus 2020.

Kepala Rutan Bangil, Adi Wibowo mengatakan, seluruh warga binaan yang mengikuti kegiatan belajar adalah mereka-mereka yang sama sekali tidak bisa membaca dan menulis huruf hijaiyah yang ada di dalam Al Qur’an. Sehingga dengan diadakannya kelas selama 4 hari, minimal para warga binaan tersebut bisa mengenal bacaan yang ada di Al Qur’an.

“Untung-untung mereka bisa lancar mengaji Al Qur’an. Karena memang waktunya 4 hari, semoga saja mereka bisa mengenal Al Qur’an, minimal tahu huruf hijaiyah dan cara membacanya,” katanya.

Selain belajar mengaji, para warga binaan tersebut juga menerima pembelajaran agama. Dalam artian, ada ceramah agama yang disampaikan oleh ustadz yang dipercaya. Kata Adi, dengan pembelajaran agama, ia berharap adanya peningkatan pemahaman warga binaan terhadap hal-hal yang dibolehkan dan dilarang oleh Agama Islam.

"Pembinaan pada napi terus diintensifkan, selain belajar mengaji, mereka juga diberikan pembelajaran agama guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap hal-hal yang dibolehkan oleh agama dan yang tidak dibolehkan oleh agama," terangnya.

Lebih lanjut Adi menegaskan bahwa sampai sejauh ini, kegiatan belajar mengaji Al Qur’an secara daring baru pertama kali digelar. Sedangkan untuk setiap harinya, para warga binaan selalu mengikuti kegiatan keagamaan melalui ustadz/ustadzah yang didatangkan dari luar, maupun dari warga binaan itu sendiri.

“Ada warga binaan yang juga memberikan pencerahan agama untuk warga binaan. Tapi ada juga penceramah yang kita datangkan dari luar, utamanya kalau kita punya kegiatan,” tendasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Satpol PP, PN Bangil dan Bea Cukai Pasuruan Razia Peredaran Rokok Illegal di Rembang

Satpol PP Kabupaten Pasuruan bersama kantor Kantor Bea Cukai Pasuruan dan Kejaks...

Article Image
Perdana. Mas Rusdi - Gus Shobih Safari Ramadhan Bersama Forpimda dan Ulama

Perdana, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Safari Ramadhan bersama Forkopi...

Article Image
Operasi Pasar Ramadhan. Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Jual Beras SPHP, Gula dan Minyakita Murah

Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 hijri...

Article Image
Ketua Perwosi Mela Rusdi Buber Bareng Pelajar Sekolah Rakyat

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Pasuruan,...

Article Image
Udeng dan Kaweng Tengger Tosari Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 Udeng dan Kaweng Tengger khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mendapa...