Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori kembali menyerahkan klaim jaminan kematian (JKM) untuk ahli waris dari nelayan di Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia saat melaksanakan aktifitasnya di laut.
Kali ini, Gus Shobih - sapaan akrab Wabup Pasuruan ini secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli waris dari Nizar, Takdir dan Suudi, nelayan Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Jumat (9/5/2025) pagi.
Pantauan di lapangan, penyerahan dilaksanakan di Balai Desa Jatirejo dengan disaksikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Sulistijo Nisita Wirjawan; Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardana dan lainnya.
Santunan ini diberikan kepada ahli waris dari para almarhum yang tercatat aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Masing-masing menerima santunan sebesar Rp 42 juta.
Menurut Gus Shobih, pemberian santunan JKM merupakan bagian dari bentuk pertanggung jawaban Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta yang mengalami kecelakaan ataupun bahkan meninggal dunia saat bekerja. Salah satunya kepada nelayan kecil.
"Memang sedih, tapi inilah yang negara bisa berikan untuk nelayan yang mengalami kecelakaan atau bahkan sampai meninggal dunia, dan mereka tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Di hadapan para nelayan kecil dan pekerja rentan, Gus Shobih menghimbau agar mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Sebab Pemkab Pasuruan siap membantu dalam hal iuran yang dibayarkan selama satu tahun.
"Saya atas nama Bupati Pasuruan mengajak para nelayan, mari masuk dalam Asuransi BPJS Ketenagakerjaan ini. Jika ada yang terkendala oleh biaya tahapan awal, jangan khawatir karena semuanya gratis dibayarkan oleh pemerintah daerah selama satu tahun pertama, dan selanjutnya bisa dibayar sendiri oleh para nelayan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah menjelaskan, dari total 8543 nelayan di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memberikan bantuan iuran BPJS untuk 4300 nelayan. Sehingga masih tersisa 4.243 nelayan yang belum tersentuh.
"Kalau khusus untuk tahun ini ada 1800 warga yang telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kalau total sebanyak 4300 orang, dan sisanya masih ada 4243 nelayan yang belum terdaftar sebagai BPJS Ketenagakerjaan," tegasnya. (emil)
Bagikan :
61
59
Ringkasan AI Beta
Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin
penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin
keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Komentar