Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Tekan Angka Stunting, Pemkab Pasuruan Kembali Gelar Edukasi Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK

Gambar berita
07 Desember 2024 (23:37)
Pelayanan Publik
4031x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Untuk menekan kasus stunting, Pemerintah Kaupaten Pasuruan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus membeirkan edukasi intens kepada masyarakat. Diantaranya dengan menyelenggarakan melaksanakan kegiatan Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK dalam Pencegahan Stunting dan Pemberian Bantuan Spesifik pada Ibu Hamil.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Pj. Bupati Pasuruan Nurkholis serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati. Acara diiawali dengan penyampaian paparan oleh Kepala Dinas DP3AK Provinsi Jawa Timur yang kemudian dilanjutkan pemberian bantuan simbolis kepada ibu hamil berisiko stunting sebanyak 10 orang.

Saat memberikan sambutan Pj. Bupati Pasuruan Nurkholis menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian serta kepedulian DP3AK Jawa Timur dengan Kabupaten Pasuruan. Angka 5,3% untuk kasus stunting di pasuruan menurutnya bukan hal yang harus ditakuti namun sesegera mungkin agar ditangani.

Menurutnya kunci dalam penanganan stunting adalah dengan berkolaborasi antar instansi terkait baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga akan berupaya menurunkan stunting dengan berkolaborasi bersama pihak terkait.

"Memang stunting masih menjadi permasalahan di kabupaten Pasuruan, data yang disebutkan tidak membuat kami terkejut karena memang seperti itu. Sekarang bagaimana kita bisa menurunkan stunting dan kuncinya adalah kolaborasi," ungkapnya.

Terkait dengan dispensasi menikah karena banyaknya calon pengantin yang masih dibawah umur, Pj. Nurkholis mengatakan cukup sulit bagi KUA untuk menolak sehingga diberikan dispensasi menikah. Risiko stunting bagi pengantin dibawah usia pernikahan akan sangat tinggi sehingga diperlukan intervensi serta pendampingan.

"Terkait dengan dispensasi menikah memang KUA tidak bisa menolak dan yang sudah mendapat dispensasi menikah harus tetap menjaga kesehatan jangan sampai stunting untuk anaknya. Dan kita harus melakukan pendampingan dan intervensi terkait dengan yang sudah mendapat dispensasi menikah," jelasnya pada hari Rabu (4/12/2024) siang.

Lebih lanjut Pj. Nurkholis mengucapkan terima kasih atas kepedulian DP3AK Provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak bisa menolak intervensi tersebut karena hal tersebut merupakan langkah dalam percepatan penurunan stunting. (Iguh+Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pimpin Upacara Hari OTODA ke XXX. Mas Rusdi Serahkan Tali Asih, THT dan Pensiun Pertama 3 Camat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Upacara memperingati Hari Otonomi Daerah...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan Bea Cukai Musnahkan BKC Illegal. Mas Rusdi Minta Masyarakat Pro Aktif Kenali Ciri Rokok Illegal

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai memusnahkan jutaan batang rokok...

Article Image
Launching Jersey Baru. Mas Rusdi : Persekabpas Harus Bangkit, Naik Kasta dan Berjaya

Para supporter The Lassak alias Persekabpas harus siap-siap untuk mendukung 100...

Article Image
Ini Pesan Mas Bupati Rusdi Untuk Jamaah Calon Haji Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan,  Rusdi sutejo menghimbau seluruh jamaah untuk  senant...

Article Image
Ribuan Warga Kabupaten Pasuruan Berangkat Haji

Ribuan warga Kabupaten Pasuruan, berangkat haji, Rabu (22/4/2026).Dari catatan K...